Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII


Workshop Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya

20 April, 2012

Untuk meningkatkan pemahaman dan meminimalkan beda penafsiran tentang Permendiknas 38 tentang penilaian angka kredit. Maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, melalui Biro Kepegawaian. Secara rutin menyelenggarakan workshop, untuk meminimalisir beda tafsir dalam tahap pelaksanaan di lapangan.

Dalam acara yang dilangsungkan pada 5 Maret 2012, di hotel Inna Simpang Surabaya ini, dihadiri oleh seluruh pelaksana teknis, dari Perguruan Tinggi Negeri, di seluruh Jawa Timur. Sebagai pelaksana kegiatan, Kementrian Pendidikan dan Pebudayaan, diwakili oleh Drs. Rudy K. Nababan M.Si (Kepala Bagian Mutasi Dosen).

Ketika ditanya mengenai apa saja kendala yang terjadi di lapangan, Drs. Rudy mengatakan, semuanya memang berdasarkan aturan, tetapi pada tahap pelaksanaan, para penyelenggara masih kurang memahami. Sehingga pada tahap pengajuan terdapat kendala, sehingga berkas dikembalikan. Jadi pelatihan ini ditujukan untuk tim penilai, kepegawaian, dan juga dosen, sehingga mereka akan paham.

Dalam acara ini juga dilakukan sosialsasi aturan-aturan baru, seperti aturan mengunduh karya ilmiah dari internet. Sosialisasi juga ditujukan untuk pengajuan tugas belajar, karena ada ijin dari dekan, rektor atau menteri, karena ada tahapan-tahapan baru.

Drs. Rudy mengingatkan, karena berbagai hal itu, agar fakultas berani mengembalikan berkas kepada unit sebelum diajukan ke pusat. Jadi tujuannya adalah menyaring berkas dari unit. Kesalahan ini tidak tergantung dari berapa lama perguruan tinggi tersebut berdiri, dan terjadi dihampir seluruh perguruan tinggi. Baik itu PT lama atau baru, hal ini kebanyakan disebabkan rotasi personel internal PT. Sehingga pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan ilmu kepada petugas yang baru, dan sebagai penyegaran bagi petugas lama.

Disinggung mengenai performa Jatim dibanding provinsi yang lain, ternyata sama saja dengan provinsi yang lain. Karena pada intinya, penyaringan dan seleksi berkas ini, semua tergantung dari personil yang ada di lapangan.

Untuk itulah diperlukan proses pertukaran ilmu dari peserta yang ikut pelatihan ini, dan ditularkan kepada teman sejawat yang lain. Yang paling penting adalah, kita harus sering membaca aturan dan membuat mekanisme prosedur. Sehingga beda tafsir, bisa diminimalkan.

Pelatihan ini kebanyakan mengundang personil perguruan tinggi dari bagian pengelolaan SDM, terutama dari bagian tim PAK (Penilaian Angka Kredit). Kemdian, juga ketua jurusan, karena penyaringan berkas ini berpusat dari ketua jurusan pungkasnya.