Detail Jurnal


Judul : Pengaruh Kondisi Limpasan terhadap Fenomena Loncatan Air untuk Beberapa Variasi Kemiringan Muka Hulu Pelimpah
Pengarang : Suhudi
Abstraksi : Pelimpah merupakan salah satu bangunan pelengkap bendungan yang berfungsi sebagai pengaman aliran air banjir guna menghindari kerusakan tubuh bendungan akibat terjadinya limpahan air di atas mercu bendungan. Loncatan air sering terjadi pada aliran air yang melewati pelimpah. Besar kecilnya energi yang ditimbulkan oleh kejadian limpahan tersebut dipengaruhi oleh bentuk pelimpah, tinggi permukaan air di atas pelimpah dan tinggi terjunan. Perubahan ketiga kondisi tersebut dapat ditimbulkan oleh besarnya debit yang melimpah. Permasalahan dalam perencanaan bangunan bendungan yaitu pada bangunan pelimpah terutama bagian peredam energi. Peredam energi tipe kolam olakan direncanakan sesuai dengan kondisi hidrolis suatu pengaliran, salah satu syarat pemilihannya adalah berdasarkan besarnya bilangan Froude (Fr). Nilai bilangan Froude merupakan fungsi matematis dari kecepatan dan kedalaman air serta gravitasi bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan alternatif mendapatkan nilai bilangan Froude secara grafis, di mana fenomena ini terlihat pada kecepatan dan tinggi air di hilir pelimpah untuk berbagai variasi pengaliran di atas pelimpah dan kemiringan muka hulu pelimpah. Hasil analisis menjelaskan bahwa terdapat perbedaan besarnya bilangan Froude untuk setiap perubahan ketinggian air di atas pelimpah dan perubahan kemiringan muka hulu pelimpah yaitu 3:0; 3:1; 3:2 dan 3:3.
Download File   Suhudi

Judul : Stres Kerja dan Kompensasi Dapat Berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai Bagian Gamma Rays Kantor Bea Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak Surabaya
Pengarang : Eddy Yunus, Irsan Komar
Abstraksi : Tujuan penelitian untuk mempelajari seberapa besar pengaruh stres kerja dan kompensasi terhadap kinerja pegawai, secara simultas maupun parsial, sekaligus menentukan pengaruh yang paling kuat. Metode penelitian kuantitatif dengan populasi pegawai Bagian Gamma Rays, sampel 60 orang, dan teknik analisis data menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasilnya bahwa: stres kerja dan kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sedang variabel yang berpengaruh dominan adalah stres kerja. Agar pimpinan melalui pemeliharaan stres kerja dan kompensasi yang diberikan kepada pegawai, dengan meningkatkan kondisi kerja diharapkan karyawan merasa aman, tenang dan nyaman di tempat kerja.
Download File   Eddy Yunus, Irsan Komar

Judul : Analisis Penjadwalan Produksi untuk Meminimalkan Makespan
Pengarang : Imron Kuswandi
Abstraksi : Dalam dunia industri, pelayanan kepada konsumen merupakan permasalahan yang sangat vital karena dapat menentukan kelangsungan hidup suatu industri. Salah satu dari pelayanan tersebut adalah ketepatan penyerahan produk (barang/jasa) yang dihasilkannya. Untuk mendukung ketepatan penyerahan produk tersebut, diperlukan suatu penjadwalan produksi (penjadwalan pekerjaan/job) agar utilitas fasilitas produksi dapat dioptimalkan, sehingga dapat diperoleh makespan minimal. Hal ini pula yang terjadi di UD Maharani Blitar. Pada penelitian ini, digunakan pendekatan konvensional yang telah dimodifikasi dengan menggunakan software aplikasi microsoft excel karena ternyata terdapat permasalahan secara metodologis dari metode penjadwalan produksi yang sudah ada. Permasalahan tersebut antara lain adalah bahwa pada metode penjadwalan produksi yang sudah ada seringkali kurang mampu memberikan gambaran keadaan yang sebenarnya dari sistem yang diamati. Hal ini ditandai dengan terdapatnya asumsi bahwa setiap operasi harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum operasi yang lain dikerjakan. Hal ini tidak sesuai jika diterapkan pada penjadwalan produksi untuk tipe produksi berulang sebagaimana yang terjadi di UD Maharani Blitar. Selanjutnya dengan menggunakan metode penjadwalan produksi yang telah dimodifikasi tersebut diperoleh penjadwalan terbaik dengan urutan penjadwalan: JobD – JobB – JobA – JobC atau dengan urutan penjadwalan: JobA – JobD – JobB – JobC dengan makespan = 171,16 jam.
Download File   Imron Kuswandi

Judul : Kajian Teknis Kuat Tarik Sambungan Las SMAW Pelat Baja Mild Steel Grade A untuk Konstruksi Kapal dengan Macam-macam Pola Ayunan Las
Pengarang : Nur Yanu Nugroho, Sabut Alamsyah, Didik Hardianto
Abstraksi : Pekerjaan pengelasan merupakan hal yang sangat penting di dalam proses pembangunan kapal. Salah satu faktor yang memengaruhi kekuatan sambungan las adalah pola ayunan pengelasan. Jenis gerakan las meliputi: pola tanpa ayunan (ayunan lurus), pola ayunan Z (zig-zag), pola ayunan C (bulan sabit), dan pola ayunan O (melingkar). Pengelasan dilakukan pada pelat baja mild steel grade A dengan las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) menggunakan elektrode E6013 dengan posisi 1G (down hand). Dimensi spesimen dan prosedur pengujian tarik berpedonan pada ASME (American Society of Mechanical Engineers) Section IX tahun 2007. Dari pengujian tarik didapatkan data kekuatan tarik sambungan las tanpa ayunan (pengelasan lurus) sebesar 475,83 MPa. Sedangkan untuk sambungan las yang menggunakan pola ayunan Z sebesar 475,09 MPa, pola ayunan C sebesar 471,48 MPa, dan pola ayunan O sebesar 464,43 MPa. Dari hasil uji tarik dapat disimpulkan bahwa pola ayunan Z (zig-zag) memiliki kekuatan tarik yang paling besar bila dibandingkan dengan pola pengelasan yang lain.
Download File   Nur Yanu Nugroho, Sabut Alamsyah, Didik Hardianto

Judul : Baja Paduan Mangan Chrom Tembaga sebagai Bahan Alternatif Hammer Mill’s Hammer
Pengarang : Slamet Sumardi, Fajar Nurjaman, M. Yunus, Kusno Isnugroho, Anton
Abstraksi : Proses awal dari pengolahan mineral atau pengolahan produk paska panen adalah penggerusan dengan alat yang digunakan adalah hammer mill unit yang memiliki komponen pemukul atau biasa disebut hammer mill’s hammer, komponen ini sering mengalami kerusakan karena menerima beban yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah membuat komponen hammer mill’s hammer dari baja paduan chrom-mangan-tembaga guna mengurangi ketergantungan hammer mill’s hammer yang selama ini masih import. Penelitian diawali dengan membuat pola yang akan digunakan sebagai cetakan baja paduan. Proses selanjutnya adalah pengecoran baja paduan dengan menggunakan tungku induksi di mana bahan baku berupa scrap baja dimasukkan ke dalam tungku tersebut hingga meleleh, kemudian ke dalamnya dimasukkan unsur paduan seperti mangan, chrom dan tembaga. Selanjutnya baja paduan tersebut dituang dalam cetakan. Uji kekerasan, analisis mikro dan uji kehandalan dilakukan pada baja paduan tersebut dan di bandingkan dengan berbagai material yang biasa digunakan sebagai hammer mill’s hammers seperti baja konstruksi, baja per dan baja hard dock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baja paduan memiliki kekerasan 306 HBN dan memiliki uji kehandalan umur pakai yang paling tinggi dengan mengalami pengurangan luas penampang rata-rata 69,70 mm2.
Download File   Slamet Sumardi, Fajar Nurjaman, M. Yunus, Kusno Isnugroho, Anton

Judul : Perbandingan Unjuk Kerja Model AC-DC Boost Converter, Half Bridge Converter, dan Voltage Source Converter Satu Phasa pada Rangkaian Penyearah Jembatan Berbeban Resistif
Pengarang : Amirullah
Abstraksi : Tujuan penelitian adalah membandingkan unjuk kerja tiga model rangkaian ac-dc boost converter pada rangkaian penyearah jembatan berbeban resistif. Tiga model rangkaian adalah ac-dc boost converter, half bridge converter, dan voltage source converter (VSC). Setiap rangkaian dimodelkan secara matematis dengan teknik kendali arus menggunakan pulse width modulation (PWM). Manfaat penelitian adalah memberikan kontribusi mengenai model rangkaian ac-dc boost converter satu phasa yang mampu menghasilkan unjuk kerja terbaik. Parameternya adalah; nilai perbaikan faktor daya, THD arus sumber, dan efisiensi jumlah peralatan semikonduktor sebelum dan sesudah dipasang rangkaian ac-dc boost converter satu phasa. Hasil penelitian adalah; (1) Pada perhitungan sampai dengan harmonisa ke-11 diperoleh bahwa model rangkaian boost converter satu phasa menghasilkan THD arus input 0%. Nilai THD arus input hingga harmonisa ganjil ke-11 pada model half bridge converter dan VSC converter masih relatif tinggi yaitu 44,306% dan 71,653%. Standar batas THD arus input sampai dengan deret harmonisa tersebut nilainya antara 4% sampai dengan 15%. Dengan demikian di antara tiga jenis rangkaian, model rangkaian boost converter satu phasa sudah memenuhi persyaratan batas THD arus input sesuai Standar IEEE 519; (2) � �� � � � � Model rangkaian boost converter menghasilkan faktor daya paling besar (pf = 1) dan menghasilkan harmonisa arus input paling kecil (THD = 0%). Sedangkan faktor daya paling kecil (pf = 0,779) dan harmonisa arus input paling besar (THD = 71,653%) dihasilkan rangkaian VSC converter; � �� � (3) Penggunaan model rangkaian penyearah jembatan menghasilkan faktor daya input rendah (0,442). Sedangkan penggunaan rangkaian boost converter satu phasa mampu menaikkan nilai faktor daya input menjadi 1,0. Dengan demikian penggunaan rangkaian ac-dc boost converter mampu memperbaiki faktor daya sistem. Penelitian menggunakan rangkaian simulasi dengan perangkat lunak Power Simulator (PSim) versi 4.1.
Download File   Amirullah

Judul : Hubungan antara Bayi Prematur dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Koesma Tuban Tahun 2009
Pengarang : Miftahul Munir
Abstraksi : Semua penyakit neonatus dapat mengenai bayi prematur. Demikian pula kejadian hiperbilirubinemia pada bayi prematur dapat terjadi karena faktor kematangan hati dan jika tidak ditangani dapat menjadi kern ikterus yang akan menimbulkan gejala sisa yang permanen. Populasinya adalah seluruh bayi yang rawat inap sebanyak 1286 bayi. Sampel diperoleh dengan tehnik simple random sampling, dengan besar sampel 305 bayi. Data diperoleh dari pengumpulan data sekunder pada register bayi. Untuk mengetahui adanya hubungan dilakukan uji statistik chi square dengan tingkat keamanan a (0,05). Hasil penelitian didapatkan bahwa bayi prematur yang mengalami ikterus neonatorum sebesar 9,8% dan bayi yang tidak prematur yang tidak mengalami ikterus neonatorum sebesar 90,2%. Dari uji koefisien korelasi sehingga didapatkan nilai 0,181 dengan tingkat hubungan sangat rendah, dilanjutkan dengan uji student t dan didapatkan t hitung = 3,2037 dan t tabel 1,960. Sehingga t hitung > t tabel maka Ho ditolak maka ada hubungan antara kejadian bayi prematur dengan kejadian ikterus neonatorum.
Download File   Miftahul Munir