Detail Jurnal


Judul : Cord Blood Role In Current Medical Therapy. (Reran Darah Tali Pusat dalam Terapi Medis Saat Ini)
Pengarang : Halim Semihardjo
Abstraksi : Dengan kemajuan di bidang terapi stem cells (sel punca), darah tali pusat sebagai sumber sel punca juga menjadi lebih dikenal. Keunggulan darah tali pusat dibanding sumber sel punca lain seperti sumsum tulang dan darah tepi adalah masalah etik yang lebih sedikit, mudah dilakukan pengambilan, dan tingkat kecocokan yang lebih baik dengan resipien. Namun terbatasnya jumlah sel punca yang didapat sering menjadi kekurangan dari darah tali pusat. Dan seiring meningkatnya ketertarikan terhadap darah tali pusat, maka bank penyimpanan darah tali pusat baik yang bersifat privat maupun publik, juga makin banyak diminati.
Download File   Halim Semihardjo

Judul : Efektivitas Pemanfaatan Agens Hayati dan Bahan Organik terhadap Intensitas Serangan Heliothis armigera Hubn. dan Produksi pada Tanaman Tomat. (Effectivity of Biological Control Agents and Organic Materials Aplications to Damage Intensity of Heliothis armigera Hubn. and Tomato’s Productions)
Pengarang : AKC Sukarwanto
Abstraksi : Penelitian dilaksanakan dari Bulan April sampai Agustus 2009 di Desa Penataban Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan rancangan Split Plot dengan 3 ulangan. Faktor pertama: Kascing (O1), EM-4 (O2) dan Kontrol (O0). Faktor kedua: insektisida (H2) setiap minggu sekali, Steinernema carpocapsae (500.000 IJ/m2) setiap minggu sekali, B. thuringiensis var. israelensis (H4) setiap minggu sekali dan kontrol (H1). Aplikasi insektisida (H2) berpengaruh terhadap semua parameter menghasilkan penurunan intensitas serangan H. armigera yang mencapai 5,22% pada daun, 5,41% pada buah tomat, tinggi tanaman 123,34 cm, total berat buah per plot 30. 920,11 g dan total berat buah rusak terendah 1.141,33 g, Aplikasi bahan organik berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati. Perlakuan bahan organik kascing (O1) secara umum menghasilkan intensitas serangan H. armigera rendah yang mencapai 3,43% pada daun, 3,82% pada buah tomat, tinggi tanaman 124,69 cm, total berat buah per plot 25.193,33 g dan total berat buah rusak terendah 2,763 g, dan terjadi interaksi aplikasi agens hayati dan bahan organik terhadap intensitas serangan H. armigera dan produksi tanaman tomat pada parameter tinggi tanaman, terutama pada perlakuan bahan organik dengan insektisida (O1H2).
Download File   AKC Sukarwanto

Judul : Studi Kasus Tebaran Air Lindi Sampah di TPA Supit Urang Kota Malang. (Case Study Scattered Leachate Garbage in Landfill Supit Urang Malang City)
Pengarang : Bekti Prihatiningsih
Abstraksi : Air lindi sampah merupakan hasil proses dekomposisi sampah yang banyak mengandung bahan-bahan berbahaya, baik yang bersifat organik maupun anorganik. Air lindi dapat bergerak dan merembes ke dalam tanah yang pada akhirnya dapat mencemari air tanah maupun air permukaan apabila konsentrasi kontaminannya tinggi. Oleh sebab itu, diperlukan suatu penanganan yang khusus untuk mengantisipasi menyebarnya air lindi yang dihasilkan oleh proses dekomposisi sampah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan tebaran air lindi sampah dengan mengambil lokasi pengamatan di TPA Supit Urang pada sel IV yang sedang beroperasi, dengan membagi sel menjadi 2 zona dan masing-masing zona diwakili 4 titik pengamatan. Sampel air lindi diambil dari pipa paralon yang telah dipasang pada kedalaman 1–1,5 m. Parameter lindi sampah yang diamati adalah BOD dan COD. Uji karakteristik tanah dilakukan untuk mengetahui permeabilitas, jenis tanah, dan porositas tanah dilokasi TPA. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kualitas lindi TPA Supit Urang Kota Malang masih di bawah baku mutu air limbah golongan II dengan rata-rata nilai BOD dan COD hasil pengamatan sebesar 26,97 mg/L dan 72,23 mg/L, sedangkan baku mutu limbah sebesar50 mg/L untuk BOD dan 100 mg/L untuk COD. Konsentrasi lindi pada titik-titik pengamatan menunjukkan tebarannya, semakin jauh jarak titik pengamatan semakin kecil konsentrasi BOD dan COD-nya. Tebaran lindi di TPA dipengaruhi oleh umur sampah, proses dekomposisi, jenis tanah, permeabilitas, dan ukuran pori tanah.
Download File   Bekti Prihatiningsih

Judul : Pemanfaatan Kertas Koran Bekas dan Daun Nanas sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas Seni Skala Industri Kecil. (The Utilization of Reuse News Paper and Pineaple Leaf Fibre for The Production of Art Paper at Small Industries Scale)
Pengarang : Achmad Syaichu
Abstraksi : Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan proporsi daun nanas dan kertas koran bekas untuk mendapatkan rancangan unit pembuatan pulp dari proporsi daun nanas dan kertas koran bekas yang layak secara teknis dan finansial dalam skala industri kecil. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan tiga faktor (panjang serat, lama pemasakan, dan proporsi). Hasil dari penelitian ini mendapatkan kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan indeks efektivitas diperoleh dari kombinasi perlakuan A3B2C3 (3 cm, pemasakan 2 jam, 75% pulp serat nanas dan 25% bubur kertas koran bekas) dengan nilai produk 0,757 yang memiliki kandungan rendemen 64,185%. Untuk uji sensoris didapatkan gramatur 206,767 g/m2, ketahanan sobek 80,913 kgf/cm2, ketahanan tarik 0,839 kgf/cm, warna 5, tekstur permukaan 5, dan kenampakan serat 4,8. Kelayakan teknis dan finansial diperoleh dengan total biaya produksi selama 1 tahun kertas seni dari proporsi daun nanas dan daur ulang kertas koran bekas adalah sebesar Rp152.934.000,- dengan perincian biaya tetap (fixed cost) sebesar Rp112,248,000,- dan biaya tidak tetap (variable cost) sebesar Rp840,686,000,00. Harga Pokok Produksi sebesar Rp49,02. Harga jual yang dihitung di tingkat produsen ke pengecer sebesar Rp122,54 sampai dengan Rp400,00. Perhitungan BEP dicapai pada volume penjualan 1.872.378,32 lembar atau senilai Rp229,447,360.44. Nilai payback period dicapai pada 1 tahun 8 bulan 16 hari .Nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 370,837,246. Nilai Profitability Index (PI) sebesar 3,10 dengan demikian unit usaha industri kertas seni dari proporsi daun nanas dan kertas daur ulang koran layak dilaksanakan.
Download File   Achmad Syaichu

Judul : Analisis Elemen-elemen Perceived Quality dan Brand Association sebagai Informasi untuk Membangun Brand Image pada Produk Toyota Avanza Dibandingkan dengan Daihatsu Xenia. (Perceived Quality Elements Analysis and Brand Association by Way of Information to Build Brand Image on Toyota Avanza Product Compared with Daihatsu Xenia)
Pengarang : Herdiana Dyah Susanti
Abstraksi : Semakin majunya teknologi membuat persaingan pada era globalisasi semakin ketat, salah satunya adalah persaingan produk otomotif. Banyaknya produk otomotif yang ada saat ini menyebabkan Avanza menghadapi persaingan yang ketat. Di dalam persaingan tersebut, Avanza perlu untuk mempertahankan dan mengembangkan pangsa pasarnya agar dapat terus bertahan di pasar. Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 150 responden yang memiliki atau pernah mengemudi beberapa kali mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Data-data dari kuesioner selanjutnya diolah untuk mengukur perceived quality dan brand association. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, analisis deskriptif untuk mengetahui latar belakang responden secara umum. Analisis manova untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antarvariabel yang ada dengan kelompok konsumen yang terbentuk. Dari analisis manova diketahui bahwa Avanza unggul pada subvariabel mobil dengan nama yang singkat dan jelas, mobil dengan merek terkenal, bentuknya mudah dikenali, bentuknya menarik, dan mesinnya awet. Saran untuk Avanza adalah memperbaiki kestabilan mobil, membuat suara mesin lebih halus, memperbaiki kursi dan posisi kursi dengan kemudi, membuat variasi dalam mobil lebih bagus, memperbaiki kualitas mobil dalam hal pemakaian bahan bakar, membuat varian baru.
Download File   Herdiana Dyah Susanti

Judul : Studi Uji Kuat Tekan dan Serapan Air pada Bata Beton Berlubang dengan Bahan Ikat Kapur dan Fly Ash. (Test Compressive Strength and Water Absorption Study on Hollow Concrete Bricks with Bound Lime Material and Fly Ash)
Pengarang : Tony Prasanto Atmadi
Abstraksi : Seiring dengan pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat dalam korelasi positif dengan kebutuhan perumahan. Berbagai bahan bangunan inovatif yang diperlukan untuk memberikan masyarakat kesempatan memilih bahan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan adalah penggunaan batu bata beton berongga sebagai bahan bangunan, untuk dinding menggunakan bahan sabuk yang berbeda. Di Indonesia, bahan lokal yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, untuk blok susun campuran beton berongga mengikatnya dalam materi tertentu. Salah satu bahan dasi alternatif dapat digunakan untuk mengurangi pamakaian semen portland adalah abu terbang. Inovasi yang dapat dilakukan adalah membuat batu bata beton berongga dengan sabuk bahan batu kapur dan fly ash, karena bahan yang secara teoritis dapat terikat materi menggunakan mekanisme reaksi pozolan-kapur. Variasi komposisi campuran antara fly ash, kapur, dan pasir sebagai bahan susun blok beton berongga yang digunakan dalam penelitian ini, masing-masing merupakan bagian (dalam satuan berat) 00:01:06; 0,5:1:6; 01:01 : 6; 1,3:1:6, 1,4:1:6, 1,5:1:6, 1,6:1:6, dan 1,8:1:6. Parameter yang diperiksa dalam penelitian ini meliputi karakteristik menumpuk material batu bata berongga beton, pengujian gradasi pasir, berat pasir, lumpur, kandungan pasir, konservasi butiran pasir, dan gradasi abu terbang; tekan penyusun kuat lubang bata beton mortar, tekan kuat dan nilai penyerapan air bata beton berongga dengan bahan sabuk batu kapur dan fly ash. Hollow pengujian bata beton dilakukan tiga kali, yaitu pada umur 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Dari hasil penelitian karakteristik bahan susun bata beton berongga menunjukkan bahwa gradasi pasir yang digunakan dalam Badean di zona 1, pasir kasar yaitu kepadatan rata-rata 2,567 untuk pasir Badean, kadar lumpur rata-rata - pasir Badean datar 2,08% untuk < 5%, konservasi biji-bijian dengan menggunakan Na2SO4 sebesar 5,03% <12% dan konservasi biji-bijian dengan menggunakan MgSO4 untuk 6,30% <10%. Dari temuan konvensional blok beton berongga dengan komposisi campuran 1 PC: 15 Ps untuk tes kuat tekan bata beton berongga menunjukkan bahwa kuat tekan untuk optimum 12,69 kg/cm2. Dan untuk kuat tekan lubang uji dengan bahan blok beton diikat dan fly ash kapur menunjukkan bahwa kuat tekan dan optimum terjadi pada komposisi 1,4 Fa: 1 Kp: 6 Psr, yang sebesar 11,54 kg/cm2 pada 14 hari; 12,44 kg/cm2 pada umur 21 hari, dan 13,33 kg/cm2 pada umur 28 hari. Untuk nilai penyerapan air blok beton berongga menunjukkan bahwa semakin banyak pasta, maka nilai penyerapan air menurun. Penyerapan air terbesar terjadi pada variasi komposisi 0 Fa: 1 Kp: 6 Psr yaitu 5,13%, dan nilai penyerapan air terkecil terjadi pada variasi komposisi 1,8 Fa: 1 Kp: 6 Psr yaitu 0,05%.
Download File   Tony Prasanto Atmadi

Judul : Studi Penelitian Campuran Aspal Beton Menggunakan Metode Kepadatan Mutlak. (Research Study of Concrete Pave Mixture Use Absolute Density Method)
Pengarang : Heri Sujatmiko
Abstraksi : Perkerasan jalan raya selama ini dirancang dengan menggunakan metode Marshall Konvensional. Metode ini menetapkan bahwa pemadatan benda uji sebanyak 2 × 75 tumbukan dengan batas rongga campuran antara 3–5%. Metode konvensional ini memiliki keterbatasan yaitu adanya ketergantungan terhadap kepadatan setelah dilalui kendaraan untuk mencapai rongga udara yang disyaratkan. Untuk itu dalam menambah kesempurnaan prosedur perencanaan campuran, maka ditentukan pengujian tambahan, yaitu pemadatan ultimit pada benda uji sampai mencapai kepadatan mutlak. Dalam penelitian ini dilakukan uji coba pemadatan tambahan terhadap campuran aspal. Sampel dalam penelitian dibuat sebanyak 15 buah. Setiap 5 sampel mendapatkan perlakuan yang berbeda, yaitu berupa pemadatan benda uji dengan pukulan standar sebanyak 2 × 75 kali, 2 × 150 kali dan 2 × 200 kali. Variabel pengamatan yang diukur dalam penelitian ini meliputi nilai kepadatan, stabilitas, kelelahan, rongga udara. Analisis yang digunakan adalah dengan membandingkan grafik hubungan antara jumlah tumbukan dengan nilai variabel yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa dengan peningkatan jumlah tumbukan standar menyebabkan nilai kepadatan dan kelelahan semakin besar, rongga udara semakin kecil serta stabilitas cenderung naik. Kualitas beton aspal optimum tercapai pada saat jumlah pukulan standar mencapai 2 × 150 kali, di mana nilai yang dihasilkan adalah kepadatan 2,316 kg/cm3, rongga udara 5,16%, stabilitas 1.219,8 kg dan kelelahan 2,68 mm.
Download File   Heri Sujatmiko