Detail Jurnal


Judul : Hubungan Peran Suami dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi bagi Ibu Nifas di BPM Desa Jabon Kabupaten Jombang
Pengarang : Siti Mudrikatin
Abstraksi : Pendahuluan: Peran dan tanggung jawab pria dalam kesehatan reproduksi khususnya pada keluarga berencana sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Di BPM Desa Jabon Jombang menunjukkan bahwa istri sendiri yang memutuskan kontrasepsi mana yang akan dipakai, sedangkan suami hanya menyetujui atas keputusan istrinya yaitu 40,59% peserta keluarga berencana bersama suami dalam pemilihan alat kontrasepsi. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, jumlah sampel 40 responden yang diperoleh secara acidental sampling. Variabel bebas adalah peran suami dalam memberikan keputusan penggunaan alat kontrasepsi. Variabel terikat adalah alat kontrasepsi yang menjadi pilihan bagi ibu nifas. Alat ukur menggunakan kuesioner dan kartu keluarga berencana. Untuk mengetahui ada hubungan peran suami dalam memberikan keputusan pada alat kontrasepsi terhadap jenis kontrasepsi yang menjadi pilihan bagi ibu nifas menggunakan uji statistik chi kuadrat (X²). Hasil: Hasil penelitian berdasarkan data yaitu 27 responden (67,5%) menyatakan berperan dengan pilihan IUD 10 (27,5%), suntik 12 (60%), implant 4 (10%) dan MOW 1 (2,5%) sedangkan 13 responden (32,5%) menyatakan tidak berperan tapi tetap menggunakan alat kontrasepsi, yaitu IUD 1 (7,6%) dan suntik 12 (92,31%). Hasil uji chi kuadrat (X²) membuktikan ada hubungan peran suami dengan metode keluarga berencana ibu sebesar 0,037 dengan tingkat kemaknaan a < 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan peran suami dengan pemilihan alat kontrasepsi bagi ibu nifas. Hasil penelitian bisa digunakan sebagai masukan bagi petugas kesehatan dalam program Keluarga Berencana (KB), sehingga bisa memberikan pelayanan kesehatan terutama konseling bagi para suami sehingga mereka tidak miskin informasi.
Download File   Siti Mudrikatin

Judul : Hubungan antara Motivasi Masyarakat dengan Tingkat Kemandirian Posyandu di Desa Kedungrejo Wilayah Kerja Puskesmas Gaji Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban
Pengarang : Miftahul Munir
Abstraksi : Data Dinkes Kabupaten Tuban diketahui bahwa yang mengakibatkan target tidak memenuhi, posyandu tidak 50% posyandu PURI, yaitu pada tingkat Pratama dan Madya sebesar 52,93%. Wilayah Kerja Puskesmas Gaji merupakan puskesmas yang tidak memenuhi target di Kabupaten Tuban, tepatnya berada di Desa kedungrejo, hal tersebut diakibatkan kurangnya cakupan program posyandu. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi masyarakat dengan tingkat kemandirian posyandu di desa Kedungrejo Wilayah Kerja Puskesmas Gaji Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini cross sectional dengan populasi 208 ibu yang mempunyai bayi balita, didapatkan sampel 136 responden. Teknik pengambilan sampel Stratified Random Sampling, pengumpulan data menggunakan kuisioner dan data sekunder, uji statistik menggunakan Uji Koefisien Kontingensi dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian didapatkan Tingkat Kemandirian Posyandu Madya mempunyai motivasi baik lebih besar 73,8% dibandingkan dengan motivasi masyarakat kurang baik sebesar 54,7%. Sedangkan Tingkat Kemandirian Posyandu Purnama mempunyai motivasi baik lebih kecil 26,26% dibandingkan dengan motivasi kurang baik sebesar 45,3%. Berdasarkan analisa didapatkan nilai p = 0,022 dimana p < 0,05 sehingga Ho ditolak, artinya terdapat hubungan antara motivasi masyarakat dengan tingkat kemandirian posyandu di Desa Kedungrejo. Dapat diketahui bahwa motivasi masyarakat dapat memengaruhi cakupan kemandirian posyandu. Kenyataannya di desa Kedungrejo motivasi masyarakat baik lebih ke tingkat Posyandu Madya karena kurangnya cakupan program posyandu, di mana cakupan program posyandu kurang karena masyarakat hanya termotivasi saja, dalam arti hanya mempunyai keinginan atau niat namun tidak ikut merealisasikan program posyandu dan juga kurangnya koordinasi antara masyarakat dan petugas yang terkait.
Download File   Miftahul Munir

Judul : Pengaruh Back Deep Massage terhadap Intensitas Nyeri pada Ibu Bersalin Kala I di RS Nahdlatul Ulama Tuban (The Effect of Back Deep Massage on Pain Intensity at the First Stage of Labor in Nahdlatul Ulama Hospital – Tuban)
Pengarang : Dwi Rukma Santi
Abstraksi : Sebagian besar (90%) ibu bersalin mengalami rasa nyeri saat persalinan mulai derajat ringan sampai berat. Nyeri yang lama dan tidak tertahankan akan menyebabkan meningkatnya tekanan sistol sehingga berpotensi terhadap adanya syok kardiogenik. Faktorfaktor yang berpengaruh terhadap nyeri persalinan adalah faktor hormonal, pengaruh prostaglandin, struktur uterus, sirkulasi uterus, pengaruh saraf dan nutrisi. Oleh karena itu, perlu dilakukan terapi nonfarmakologi yang bersifat noninstruktif, noninfasif, murah, sederhana, efektif, dan tanpa efek samping yang tidak merugikan bagi ibu dan bayi berupa teknik back deep massage untuk mengurangi intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh back deep massage terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I di RS Nahdlatul Ulama Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan desain One Group Pre-Post Test Design. Populasi adalah seluruh ibu bersalin kala I periode Bulan Mei sampai Juni Tahun 2014. Besar sampel adalah 32 orang dengan teknik sampling Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui observasi. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p = 0,0001 (p < 0,05), maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya terdapat pengaruh back deep massage terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I di RS Nahdlatul Ulama Tuban.
Download File   Dwi Rukma Santi

Judul : Perilaku Unmet Need Wanita Usia Subur
Pengarang : Erwin Kurniasih
Abstraksi : Unmet need merupakan kelompok wanita usia subur yang saat ini tidak ingin hamil dengan tujuan menjarangkan ataupun membatasi jumlah anak tapi tidak menggunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilannya. Unmet need telah meningkatkan risiko kematian ibu di Indonesia akibat aborsi tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi alasan yang menyebabkan perilaku unmet need ditinjau dari aspek psikologis dan interpersonal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan adalah wanita unmet need di wilayah Kelurahan Taman Madiun yang diambil dengan teknik purposif sampling, berjumlah 7 orang. Analisis data menggunakan content analysis Colaizzi. Tema yang ditemukan dari hasil analisis alasan perilaku unmet need antara lain: variasi terhadap pemakaian dan metode kontrasepsi, pengalaman tidak menyenangkan dengan kontrasepsi, persepsi terhadap fertilitas, dukungan suami terhadap perilaku unmet need, kurang pengetahuan tentang kontrasepsi, metode alami pencegah kehamilan, harapan terhadap metode kontrasepsi, dan koping adekuat. Alasan psikologis wanita menjadi unmet need didapatkan dari variasi terhadap pemakaian dan metode kontrasepsi yaitu: ketakutan terhadap efek samping, ketakutan terhadap metode kontrasepsi invasif, pengaruh buruk kontrasepsi terhadap kesehatan dan fertilitas wanita, kesulitan akibat efek samping kontrasepsi, kesulitan dalam menerapkan metode kontrasepsi, dan hambatan internal untuk mendapatkan alat kontrasepsi. Faktor interpersonal adalah dukungan suami terhadap perilaku unmet need dan pelayanan kontrasepsi yang kurang optimal. Peran keluarga, masyarakat, pemerintah dan petugas kesehatan untuk sosialisasi kontrasepsi sangat penting dalam upaya pencegahan perilaku unmet need.
Download File   Erwin Kurniasih

Judul : Model Keadilan Organisasional dan Quality of Nursing Work Life terhadap Kinerja Perawat dalam Asuhan Keperawatan di RSUD Kabupaten Probolinggo
Pengarang : *Nur Hamim, **Ro’isah, **Achmad Kusyairi
Abstraksi : Performance is the result achieved by a person under the applicable size for the job in question. In other words, if the employee’s performance is good then chances are good organizational performance. as workers only but an important part in the organization of the institution. The purpose of this study was to determine the effect of the influence of Organizational Justice Model and Quality Of Work Life on the performance of nurses in implementing nursing care in hospitals. This study used a survey method with a model of influence among several variables, which will measure the working conditions of nurses. Being a new model in nursing care. Judging from the time of this study using cross-sectional design to study the nature of explanation (explanatory research), based on the perceptions of the respondents, which describes causal relationship between variables based on respondents’ answers through testing hipotesis. Teknik The analysis uses a model-based variance equation struktural or component based, which is famous for Partial least square (PLS). The results showed that organizational justice affect the Quality of nursing worklife, P. With a significance value 0.016 < a 0.05 level. While the Quality of nursing worklife influence on the performance of nurse with a significance value of P 0.000 < a 0.05 level. Organizational Justice but has no direct influence on the performance of nurses. Therefore it is necessary to create the conditions in which the quality of nursing work life for the better, thus will be able to improve the performance of nurse in hospital
Download File   *Nur Hamim, **Ro’isah, **Achmad Kusyairi

Judul : Pengaruh Penyuluhan Kesehatan dengan Metode Ceramah dan Penggunaan Leaflet terhadap Pengetahuan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SD
Pengarang : Sulistyo Dewi W.R dan Nanang Muhibuddin
Abstraksi : Era globalisasi menyebabkan informasi mudah di akses sehingga berpengaruh pada pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sekolah merupakan salah satu sasaran dalam dalam program promosi kesehatan selain rumah tangga dan tempat kerja. Di Kabupaten Kediri sebagian besar siswa SD masih rendah pengetahuan tentang kesehatan dan belum berperilaku hidup bersih dan sehat secara optimal. Perbedaan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat siswa SD sebelum di lakukan pendidikan kesehatan dan mengetahui perbedaan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat siswa setelah di lakukan promosi kesehatan sehingga dapat di ketahui pengaruh penyuluhan kesehatan antara metode ceramah dengan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan dan prilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SD. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Sumberbendo 2 Pare Kediri. menggunakan metode Experimen kuasi dengan rancangan One group Pre-Post Tes Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Sumberbendo 2 Pare Kediri berjumlah 120 siswa. Teknik sampling yang di gunakan adalah Limited sampling. Sample yang di ambil sebanyak 30 responden dari kelas V dan VI. Variabel yang di teliti Variabel bebas penyuluhan kesehatan dan variabel terikatnya adalah pengetahuan dan PHBS. teknik pengumpulan data dengan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian di analisa dengan Uji t 2 sampel berpasangan (Paired Sample T Test) dengan bantuan program SPSS. Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan kesehatan ditunjukkan dengan nilai p < 0.001 dan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara variabel perilaku hidup bersih dan sehat sebelum dan sesudah promosi kesehatan di tunjukan dengan nilai p = 0,000. Ada pengaruh penyuluhan kesehatan antara metode ceramah dengan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat yaitu penyuluhan dengan metode ceramah disertai leaflet sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan PHBS siswa SD.
Download File   Sulistyo Dewi W.R dan Nanang Muhibuddin

Judul : Hubungan Umur dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Ditinjau dari Paritas Ibu di Rumah Sakit Rahman Rahim Sidoarjo
Pengarang : Vidia Atika Manggiasih
Abstraksi : Latar Belakang: Ketuban pecah dini dapat disebabkan oleh beberapa faktor: Karakteristik ibu (umur, paritas dan pekerjaan), Polihidramnion (cairan ketuban berlebih), Inkompetensi serviks (leher rahim), Kehamilan kembar, Kelainan atau kerusakan selaput ketuban (korio amnionitis), Trauma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dengan kejadian ketuban pecah dini ditinjau dari paritas ibu bersalin di Rumah Sakit Rahman Rahim Sidoarjo Tahun 2013. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan metode non eksperimen. Sampel yang dipakai sebanyak 120 ibu bersalin. Instrumen penelitian ini adalah berupa dokumen rekam medis. Analisis data menggunakan uji Regresi multinomial. Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Variabel umur ibu bersalin berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai sig 0,021 (< 0,05), 2) variabel paritas ibu bersalin berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai sig 0,007 (> 0,05), 3) variabel umur dan paritas dilihat dari nilai Nilai Negelkerke Square Pseudo R-Square Nagelkerke nilainya 34,7% mengandung arti bahwa variabel-variabel independen yaitu umur dan paritas secara serempak (simultan) mampu menjelaskan dan berhubungan sebesar 34,7% dengan kejadian KPD. Kesimpulan: Pada penelitian ini kesimpulannya yaitu Ada hubungan yang signifikan umur dengan kejadian ketuban pecah dini ditinjau dari paritas ibu bersalin berarti semakin tua umur dan semakin banyak paritas ibu maka semain resiko terjadi ketuban pecah dini pada ibu bersalin.
Download File   Vidia Atika Manggiasih