Detail Jurnal


Judul : Metode ROSIER SAMURAI untuk Penanganan Stroke Akut di Instalasi Gawat Darurat
Pengarang : AL Afik
Abstraksi : Penanganan stroke akut menggunakan sistem ROSIER dan SAMURAI di IGD ini akan bermanfaat bagi pasien dengan mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dengan akurasi yang tinggi, sehingga penderita stroke akut harapannya tidak terjadi kecacatan atau bahkan kegagalan yang mengakibatkan kematian. Metode ini perlu dipelajari dan dikembangkan untuk lebih dikenal dengan mudah oleh peserta didik dan praktisi keperawatan sehingga dapat diterapkan sekaligus dapat dijadikan panduan standar prosedur operasional dalam penanganan pasien stroke akut. Bagi kalangan praktisi di bagian emergensi dapat menggunakan tool Recognition of stroke in emergency room (ROSIER) sebagai bagian dari metode SAMURAI (Stroke Acute Management with Urgent Risk-factor Assessment and Improvment). Metode ROSIER dan SAMURAI menjadi bagian mata rantai penanganan stroke akut yang lebih menitikberatkan pada penanganan di Instalasi Gawat Darurat, assessment cepat, diagnosa tepat, penunjang CT-Scan, laboratorium beberapa fungsi organ untuk mendukung proses penanganan dan keputusan terapi trombolisis sesuai harapan yakni kurang dari 3 jam dengan rt-PA. Selain itu metode ini menitikberatkan pada pengelolaan hipertensi dengan menurunkan secara agresif untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, membahas beberapa efek paska serangan seperti kelumpuhan menetap, afasia, kerusakan deviasi mata atau CED(Conjugate Eye Deviation) dan komplikasi lain yang bisa timbul sampai 3 bulan paska serangan dan atau efek dari terapi trombolisis. Kata kunci: ROSIER, SAMURAI, Stroke
Download File   AL Afik

Judul : Hubungan antara Riwayat Asfiksia pada Bayi Baru Lahir dengan Perkembangan Bayi Usia 3–12 Bulan di Kelurahan Kingking Kabupaten Tuban
Pengarang : Aris Puji Utami
Abstraksi : Penelitian ini menggunakan desain Retrospektif, dengan melibatkan 100 bayi usia 3–12 bulan yang diambil secara simple random sampling di Kelurahan Kingking Kabupaten Tuban. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pemeriksaan perkembangan bayi menggunakan instrumen checklist KPSP sesuai usia bayi kemudian peneliti menelusuri riwayat APGAR Scorenya (kejadian asfiksia) saat bayi lahir di catatan medis bidan yang menolong persalinan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar bayi baru lahir di Kelurahan Kingking Kabupaten Tuban mengalami asfiksia ringan yaitu sebanyak 83 responden (82,8%) dan sebagian besar bayi di Kelurahan Kingking Kabupaten Tuban mengalami perkembangan yang sesuai dengan umur yaitu sebesar 68 bayi (68%). Dari hasil analisis dengan menggunakan chi square didapatkan ada hubungan antara riwayat lahir asfiksia pada bayi baru lahir dengan perkembangan bayi usia 3–12 bulan di Kelurahan Kingking Kabupaten Tuban. Dari penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa riwayat asfiksia pada bayi baru lahir berhubungan dengan perkembangan bayi selanjutnya. Hasil penelitian ini menyarankan penerapan APN (Asuhan Persalinan Normal) yang telah ada dengan penanganan bayi baru lahir yang lebih terampil, sehingga diharapkan dengan diterapkannya protap tersebut dapat mengurangi kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Kata kunci: Asfiksia, perkembangan bayi usia 3–12 bulan
Download File   Aris Puji Utami

Judul : Tinjauan mengenai Potensi Manfaat Cabomba dalam Bidang Kesehatan
Pengarang : Erina Yatmasari
Abstraksi : Tumbuhan air tawar genus Cabomba adalah salah satu tumbuhan yang memiliki aspek kontroversial ditinjau dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, termasuk dalam bidang kedokteran-kesehatan, walaupun pada saat ini merupakan tumbuhan air tawar yang masih terus dikembangbiakkan di Indonesia, yang asalnya merupakan tanaman import. Penelitian oleh para peneliti dari berbagai disiplin ilmu, menunjukkan adanya potensi positif lain dari genus ini, tidak hanya sekedar sebagai tanaman hias untuk mempercantik aquascaping yang mampu bersimbiosis mutualisme dengan ikan air tawar, dan menjaga kualitas air saja. Kata kunci: Cabomba, potensi, kesehatan
Download File   Erina Yatmasari

Judul : Pengaruh Pelaksanaan Rawat Gabung (Rooming-in) terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Post Partum di BPS Siti Al Firdaus Kingking Kabupaten Tuban 2014
Pengarang : Eva Silviana Rahmawati, Dwi Rukma Santi
Abstraksi : Pelaksanaan Rawat Gabung (Rooming-In) tidak sepenuhnya dilakukan pada tempat pelayanan kesehatan pada ibu dan bayi setelah proses persalinan, terkadang masih terjadi pemisahan antara ibu dan bayi setelah proses persalinan. Di BPS Siti Al Firdaus Kingking yang menerapkan Rawat Gabung (Rooming-In) seluruhnya pelaksanaan Rawat Gabung (Rooming-In) dilakukan, tetapi di dapatkan data dari wawancara ibu post partum masih terdapat ibu post partum yang ASI belum lancar. Kelancaran ASI dipengaruhi banyak faktor, diantaranya nutrisi ibu, psikologi ibu, perawatan payudara, inisiasi menyusu dini dan Rawat gabung (Rooming-In) yang meliputi frekuensi menyusui, isapan bayi, dan teknik menyusui. Rawat gabung (Rooming-In) merupakan pelaksanaan perawatan ibu dan bayi di rawat dalam satu unit, sehingga diharapkan frekuensi menyusui bayinya lebih sering sehingga dapat memperlancar keluarnya ASI. Membuktikan pengaruh pelaksanaan Rawat Gabung (Rooming-In) dengan kelancaran ASI di BPS Siti Al Firdaus Kingking Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian Pra eksperimental dengan desain “One Group Pre test Post test Designs”. Jumlah Populasinya 57 ibu postpartum yang melakukan Roming In, besar sampel 50 dengan teknik sampling random. Uji statistic yang di gunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 responden yang sebelum dilakukan rawat gabung (Rooming In) didapatkan bahwa sebagian besar mengalami ASI yang tidak lancar sebanyak 29 ibu (58%), sedangkan sesudah dilakukan rawat gabung (Rooming In) mengalami kelancaran ASI 37 ibu (74%). Setelah dilakukan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dengan menggunakan SPSS 16 didapatkan Z = –4.000 dan p = 0,000. Karena nilai p =0,000 < a = 0,05 maka Ho ditolak, yang menunjukkan terdapat pengaruh antara pelaksanaan Rawat Gabung (Rooming-In) dengan kelancaran ASI pada Ibu Post Partum di BPS Siti Al Firdaus Kingking-Tuban. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan rawat gabung (Rooming-In) memengaruhi kelancaran ASI. Oleh karena itu diharapkan pelaksanaan Rawat Gabung (Rooming-In) diterapkan pada setiap ibu dan bayi sehingga memberikan manfaat besar pada kelancaran ASI yang merupakan nutrisi penting untuk buah hati. Kata kunci: Rawat gabung, kelancaran ASI
Download File   Eva Silviana Rahmawati, Dwi Rukma Santi

Judul : Pengaruh Vitamin C terhadap Kadar Hb pada Ibu Nifas yang Mengonsumsi Tablet Fe di Wilayah Kerja Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri
Pengarang : Sulistyo Dewi WR and Endah Susanti
Abstraksi : Ibu nifas akan mengalami penurunan konsentrasi kadar Hb akibat perdarahan saat persalinan. Untuk itu ibu nifas diberikan tablet zat besi atau tablet Fe. Secara teori dijelaskan bahwa asam organik seperti vitamin C sangat membantu penyerapan zat besi selain dari tablet Fe. Desain penelitian adalah Quasy Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri Menggunakan rancangan One Group Pretest-Postest. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan menggunakan “Purposive Sampling” dengan jumlah sampel 30. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pemberian vitamin C dan terikatnya adalah kadar Hb pada ibu nifas. Data dikumpulkan dengan Hemometer Digital merk Easy Touch dinyatakan dalam skala data rasio dan dianalisis dengan uji. Hasil penelitian di analisa dengan Uji t 2 sampel bebas (independent Sample T-Test) dengan bantuan program SPSS. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata selisih peningkatan kadar Hb pada ibu nifas yang mengonsumsi tablet Fe saja adalah 0,58 g/dL, rata-rata selisih peningkatan kadar Hb pada ibu nifas yang mengonsumsi tablet Fe dan vitamin C adalah 1,44 g/dL dan ada pengaruh yang signifikan vitamin C terhadap kadar Hb pada ibu nifas yang mengonsumsi tablet Fe (p value = 0,037 < 0,05 maka Ho ditolak). Dengan ini diambil kesimpulan bahwa vitamin C cukup efektif untuk meningkatkan penyerakan zat besi sehingga meningkatkan kadar Hb ibu nifas. Disarankan agar petugas kesehatan memberikan tablet Fe disertai dengan penambahan vitamin C. Kata kunci: vitamin C, kadar Hb, konsumsi tablet Fe
Download File   Sulistyo Dewi WR and Endah Susanti

Judul : Pendidikan dan Pelatihan Kader Kesehatan dalam Penanganan Tuberculosis (TB) di Wilayah Puskesmas Semanding dan Kerek Kabupaten Tuban
Pengarang : Dwi Rukma Santi, Nurus Safaah
Abstraksi : Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab kematian ke-3 terbanyak di Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2008, ada 535.000 kasus baru dan dari kasus tersebut 88.113 orang meninggal karena TB. TB dapat disembuhkan jika pasien minum obat secara teratur selama 68 bulan sesuai petunjuk dokter. Pada bulan Oktober tahun 2012, ada kasus TBC baru di wilayah Kecamatan Semanding dan Kerek (CDR sebesar 12,4%). Gaya hidup sehat dan perilaku yang bersih dapat digunakan untuk minimalisir penyebaran TB. Kader kesehatan merupakan sasaran yang tepat dalam pelaksanaan program tersebut karena dianggap sebagai tempat rujukan pertama pelayanan kesehatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam perawatan TB melalui pola kebiasaan hidup bersih dan sehat dan pencegahan penularan penyakit TB, sehingga dapat menyebarluaskan kepada masyarakat luas khususnya penderita TB agar dapat melakukan tindakan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif agar tidak terjadi penularan. Sasaran dari kegiatan ini adalah kader kesehatan yang berasal dari Kecamatan Semanding dan Kerek, sebanyak 20 orang. Tujuan itu dicapai dengan memberikan informasi/ceramah, sesi tanya jawab, diskusi dan metode simulasi digunakan untuk meningkatkan keterampilan untuk pencegahan dan perawatan TB agar tidak terjadi penularan. Evaluasi dengan pretest dan posttest. Hasil yang dicapai IBM adalah terjadi peningkatan keterampilan dan pengetahuan kader tentang penanganan TB, pencegahan TB melalui perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat di wilayahnya, serta mengidentifikasi orang yang dicurigai sakit TB di wilayahnya. Kata kunci: pendidikan pelatihan, kader, penanganan, penularan, Tuberculosis
Download File   Dwi Rukma Santi, Nurus Safaah

Judul : Self Management Education (SME) sebagai Salah Satu Strategi untuk Mencegah Kegawatan Diabetik Ketoasidosis
Pengarang : Riza Fikriana
Abstraksi : Diabetic Ketoasidosis (DKA) merupakan komplikasi dari penyakit degeneratif diabetes meilitus yang bersifat permanen dan tidak bisa dipulihkan seperti sediakala. Salah satu strategi untuk mencegah DKA yaitu dengan Self Management Education (SME). SME menjadi pilihan keperawatan, karena dalam tahapan pengobatan atau penanganan saat terjadi DKA akan jauh lebih sulit dibanding adanya upaya pencegahan terjadinya kegawatan DKA. Pilihan preventif ini antara lain memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien tentang apa saja hal-hal yang perlu diketahui oleh pasien tentang penanganan diabetes melitus sehingga hal ini akan mampu menurunkan waktu tunggu pasien untuk segera mendapatkan penanganan saat mulai muncul tanda-tanda DKA. Pasien dengan potensi DKA perlu aksesibilitas yang baik terhadap fasilitas kesehatan. Selain itu, pendekatan personal bagi penderita diabetes melitus untuk bisa mengetahui kebutuhan diri dan penyakit yang diderita. Modifikasi pola hidup, kepatuhan terhadap pengobatan, dan tetap memeriksakan secara berkala walaupun tidak dalam kondisi ada keluhan atau sakit juga merupakan hal yang harus dilakukan oleh pasien. Dengan metode SME, harapan DKA tidak terjadi atau tidak ada kejadian ulang yang memiliki prognosis lebih buruk dengan ancaman kematian. Kata kunci: Self Management Education, Diabetik Ketoasidosis
Download File   Riza Fikriana