Detail Jurnal


Judul : Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Pengelolaan Makanan Pendamping ASI dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 6–12 Bulan (Di Polindes Anggrek Desa. Rengel)
Pengarang : Kusno Ferianto, S.Kep., Ns., M.M
Abstraksi : Angka kejadian diare pada bayi terjadi peningkatan di Polindes Anggrek desa Rengel, terbukti yaitu pada tahun 2009 terdapat 50 bayi yang terkena diare, dan pada tahun 2010 terdapat 55 bayi yang terkena diare. Hal tersebut dikarenakan salah satu faktor yaitu kurangnya pengetahuan ibu tentang pengelolaan makanan pendamping ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pengelolaan makanan pendamping ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan. Jenis penelitian ini yaitu analitik dengan desain “Cross Sectional”. Populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan yang memeriksakan bayinya di Polindes Anggrek Desa Rengel pada bulan April-Juni 2011 yaitu sebesar 40 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Consecutif Sampling dengan sampel sebagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 35 responden. Analisa data dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa 65% ibu memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengelolaan MP-ASI dan 65,71% bayi yang terkena diare. Setelah dilakukan uji chi square didapatkan x2 hitung = 8,464, dan x2 tabel 5,591 sehingga x2 hitung < x2 tabel, jadi H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang pengelolaan makanan pendamping ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan, setelah dilakukan uji Chi square namun tidak memenuhi syarat didapatkan hasil tabel tidak layak ada 3 sel (50%) yang nilai harapannya < 5, sehingga dilanjutkan dengan uji exact fisher didapatkan p = 0,0019 sehingga p < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang pengelolaan makanan pendamping ASI dengan kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan kejadian diare dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang pengelolaan makanan pendamping ASI bayi. Agar kejadian diare dapat berkurang atau tidak terjadi, maka peran orang tua terutama ibu sangat menentukan dan perlu kiranya petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan mengenai cara pengelolaan makanan pendamping ASI. Kata Kunci: Makanan pendamping ASI, diare.
Download File   Kusno Ferianto, S.Kep., Ns., M.M

Judul : Informed Consent pada Pasien dengan Kondisi Gawat Darurat
Pengarang : Riza Fikriana
Abstraksi : Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan, tenaga medis dan pasien masing-masing mempunyai hak dan kewajiban untuk melakukan informed consent. Informed consent merupakan standart dalam prosedur tindakan kepada pasien dan merupakan sarana legitimasi bagi kedua belah pihak di mana pasien berhak untuk mendapatkan informasi terkait dengan tindakan yang akan dilakukan kepada dirinya. Akan tetapi pelaksanaan informed consent yang dilakukan pada pasien dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu apakah pasien dalam kondisi non gawat darurat atau pasien dalam kondisi gawat darurat. Dalam kondisi gawat darurat, pasien memerlukan tindakan dengan segera sehingga prioritas utama yaitu segera memberikan tindakan untuk mencegah terjadinya kecacatan serta mempertahankan keberlangsungan hidup pasien. Akan tetapi, pelaksanaan tindakan pada pasien gawat darurat tersebut memerlukan kekuatan hukum untuk melindungi petugas maupun pasien dari tanggung jawab dan tanggung gugat. Beberapa peraturan perundangan telah menetapkan bahwa dalam keadaan gawat darurat, untuk menyelamatkan jiwa pasien dan atau mencegah kecacatan, tidak diperlukan informed consent. Namun setelah pasien sadar atau dalam kondisi yang sudah memungkinkan, segera diberikan penjelasan dan diberikan persetujuan. Kata Kunci: Informed Consent, pasien, gawat darurat
Download File   Riza Fikriana

Judul : Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Pijat Bayi terhadap Praktik Pijat Bayi di Posyandu Jalak Desa Adan-adan Gurah
Pengarang : Sulistyo Dewi W.R, Erna Nurochim
Abstraksi : Pijat bayi adalah pemijatan yang dilakukan dengan usapan-usapan halus pada permukaan kulit bayi, yang bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap syaraf, otot, sistem pernafasan serta sirkulasi darah dan limpha. Pada waktu melakukan penelitian di Posyandu Jalak desa Adan-adan Gurah, masih banyak orang tua bayi yang belum mengetahui manfaat dari pijat bayi dan belum memahami bagaimana memijat bayi yang benar sehingga tidak bisa melakukan pemijatan secara mandiri. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap praktik pijat bayi di Posyandu Jalak desa adan-adan Gurah. Menggunakan Quasi Eksperiment dengan rancangan One Group Pretest-Postest. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan menggunakan “Purposive Sampling” dengan jumlah sampel 32. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan alat bantu berupa cheklist. Uji analisis pada penelitian ini adalah paired t-test dengan menggunakan SPSS. Berdasarkan analisis secara keseluruhan didapatkan nilai thitung> ttabel (29,231 > 2,040) atau p-value < a (0,000 < 0,05). Ini berarti terdapat perbedaan bermakna antara praktik ibu dalam melakukan pijat bayi sebelum diberi pendidikan kesehatan dan sesudah diberi pendidikan kesehatan. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa kemampuan praktik pijat bayi seorang ibu sesudah diberi pendidikan kesehatan tentang pijat bayi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan praktik pijat bayi sebelum diberi pendidikan kesehatan tentang pijat bayi, dengan demikian disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang pijat bayi terhadap praktik pijat bayi. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Pijat Bayi, Praktik
Download File   Sulistyo Dewi W.R, Erna Nurochim

Judul : Perbedaan Persepsi Masyarakat tentang Kesehatan Ibu dan Anak yang Dilaksanakan oleh Dukun Bayi dan Bidan
Pengarang : Siti Maryam, Widya Lusi Arisona
Abstraksi : Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu wujud hak asasi perempuan dan anak, akan tetapi pada saat ini kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih belum menggembirakan dikarenakan banyak faktor salah satunya adalah sosial budaya dan kepercayaan tradisional masih tinggi kepada dukun bayi. Tujuan penelitian Membuktikan Perbedaan Persepsi Masyarakat tentang Kesehatan Ibu dan Anak yang dilaksanakan oleh Dukun Bayi dan Bidan. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan observasional dan rancangan komparasi, Pendekatan waktu cross sectional, Teknik sampling purposive random sampling, dan didapatkan jumlah sampel 144 responden. Analisis menggunakan uji statistik uji T test, didapatkan (p>0,605) maka tidak ada perbedaan persepsi tentang kesehatan ibu dan anak antara Kelompok pengguna jasa dukun bayi dan kelompok pengguna jasa bidan. Persepsi dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah pengalaman, tetapi persepsi sendiri mempunyai faktor lain yang memengaruhi yaitu perhatian terhadap sesuatu, jika seseorang tidak ada perhatian terhadap sesuatu maka sama saja persepsinya tidak berpengaruh, di samping itu untuk mempersepsikan segala sesuatu diperlukan daya dukung pengetahuan, kemampuan dan didukung oleh kemauan. Responden yang pernah ke dukun bayi ataupun responden yang pernah ke bidan untuk memperoleh informasi memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan informasi sehingga dengan keadaan tersebut memudahkan responden untuk mempersepsikan tentang kesehatan ibu dan anak. Kata Kunci: Persepsi masyarakat, dan kesehatan ibu dan anak.
Download File   Siti Maryam, Widya Lusi Arisona

Judul : Pelaksanaan Kegiatan Integrasi Program PMTCT ibu Hamil Risiko Tinggi HIV oleh Bidan di Puskesmas Wilayah Kota
Pengarang : Eny Widiyasari
Abstraksi : Di Kota Surabaya program PMTCT dijalankan di 14 Puskesmas yang dekat dengan lokalisasi. Tingkat keberhasilan integrasi program PMTCT dengan layanan Antenatal tertinggi di Puskesmas Putat Jaya, Banyu Urip dan Sidotopo. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kegiatan integrasi program PMTCT dengan layanan Antenatal di Puskesmas wilayah Kota Surabaya. Jenis penelitian eksploratif yang dilakukan secara kualitatif. Informan utama adalah 4 bidan dari puskesmas terpilih. Informan triangulasi adalah 2 Kepala Puskesmas, 1 orang dari Sie Kesehatan Dasar dan 12 ibu hamil. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan FGD (Focus Group Discussion) pada ibu hamil yang dibagi menjadi 2 kelompok. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan bidan tentang pelaksanaan, tujuan dan pilar integrasi program PMTCT baik. Sikap bidan dalam kegiatan sosialisasi, penjaringan dan rujukan belum baik. Sosialisasi atau pelatihan masih kurang, belum semua bidan mendapatkan pelatihan VCT dan PMTCT. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya untuk meningkatkan kesempatan pelatihan VCT dan PMTCT bagi bidan, melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan kegiatan integrasi program PMTCT dengan layanan ANC. Kata kunci: Bidan, Puskesmas, kegiatan integrasi PMTCT.
Download File   Eny Widiyasari

Judul : Analisis Pengaruh Persepsi Kualitas Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas terhadap Kepuasan Ibu Hamil (Studi Kasus di Puskesmas Tanjung Kabupaten Sampang)
Pengarang : Rikhly Faradisy Mursyida
Abstraksi : AKI di Puskesmas Tanjung tahun 2011 (559/100.000 KH) masih relatif jauh dari target RPJMN tahun 2014 (118/100.000 KH) serta adanya trend penurunan cakupan K1 dan K4 selama 3 tahun terakhir. Pelayanan Antenatal Care belum sesuai harapan dikarenakan masih adanya pernyataan ketidakpuasan ibu hamil tentang kualitas pelayanan (reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangibles). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kualitas pelayanan antenatal care terhadap kepuasan ibu hamil di Puskesmas Tanjung. Jenis penelitian adalah survai analitik dengan pendekatan cross sectional, pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur yang terdiri dari kuesioner persepsi kualitas pelayanan ANC dan persepsi kepuasan ibu hamil, jumlah sampel sebanyak 89 pengambilannya dengan teknik konsekutif sampling. Analisis data menggunakan chi-square untuk menguji hubungan dan regresi logistik untuk menguji pengaruh. Hasil penelitian menunjukkan persepsi kualitas pada dimensi reliability baik 56.2%, responsiveness baik 39.3%, assurance baik 48.3%, empathy baik 42.7% dan tangibles baik 56.2%. Persepsi kepuasan ibu hamil puas 50.6%. Hasil analisis hubungan menunjukkan ada hubungan antara persepsi reliability (p = 0.0001), persepsi responsiveness (p = 0.0001), persepsi assurance (p = 0.0001), persepsi empathy (p = 0.0001) dan persepsi tangibles (p = 0.0001) dengan kepuasan ibu hamil. Secara bersamaan variabel yang berpengaruh adalah empathy (p = 0.0001, OR=111.507), reliability (p = 0.008, OR=22.466) dan responsiveness (p = 0.008, OR=15.074). Dapat disimpulkan untuk meningkatkan kepuasan ibu hamil maka perlu perbaikan kualitas empathy, reliability dan responsiveness pada pelayanan ANC. Disarankan kepada Puskesmas Tanjung untuk meningkatkan kualitas kemampuan petugas perlu memperbaiki cara pemeriksaan Hb agar tidak sakit, ketanggapan petugas loket sebaiknya menyediakan kartu nomor urut (antrian), petugas sebaiknya memberikan pelayanan yang ramah dengan dengan komunikasi yang baik. Kata Kunci: Pelayanan Antenatal Care (ANC), Kualitas, Kepuasan
Download File   Rikhly Faradisy Mursyida

Judul : Pengaruh Pemberian Penyuluhan Cara Memandikan Neonatus Dini terhadap Sikap Ibu Nifas Fase Taking Hold di BPS ASRI Tuban Kabupaten Tuban
Pengarang : Eva Silviana Rahmawati
Abstraksi : Latar Belakang: Standar Pelayanan Kebidanan ke 15 menyatakan bahwa Bidan memberikan pelayanan masa nifas melalui kunjungan rumah. Kebanyakan bidan di BPS wilayah Tuban sudah melakukan kunjungan rumah minimal 3 kali. Dalam perawatan bayi baru lahir (BBL) hampir 80% ibu nifas tidak memandikan bayinya sendiri tetapi dikerjakan bidan. Banyak bidan mengatakan ibu nifas menyerahkan kepadanya sampai tali pusat lepas dengan alasan belum berani memandikan bayinya karena takut tali pusat belum lepas, bayi terlalu kecil, kurangnya pengetahuan memandikan bayi. Peran bidan dibutuhkan dalam pemberian penyuluhan kepada ibu nifas tentang perawatan bayi baru lahir (BBL) terutama cara memandikan bayi beserta perawatan tali pusatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian penyuluhan cara memandikan neonatus dini terhadap sikap ibu nifas fase taking hold. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan pra-eksperimen (Static-group comparison design). Populasinya seluruh ibu nifas sebanyak 33 orang. Pengambilan sampel secara consecutive sampling. Besar sampel sebanyak 24 orang yaitu 12 wanita kelompok perlakuan dan 12 wanita kelompok kontrol. Uji yang digunakan adalah Test MC Nemar berdistribusi Chi Kuadrat ( χ2 ). Hasil: Hasil penelitian diperoleh perubahan yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan penyuluhan pada kelompok perlakuan yaitu χ2 hitung (4,50) lebih besar dari χ2 tabel (3,481) maka HI ditolak, yang menunjukkan adanya pengaruh antara pemberian penyuluhan cara memandikan neonatus dini dengan sikap ibu nifas fase taking hold. Kesimpulan : Sikap ibu nifas dalam memandikan neonatus dini dapat dipengaruhi oleh penyuluhan. Saran bagi Bidan diharapkan dalam kunjungan nifas juga mengajarkan pada ibu nifas tentang cara memandikan neonatus dini. Kata kunci: masa nifas, penyuluhan, memandikan neonatus dini
Download File   Eva Silviana Rahmawati