Detail Jurnal


Judul : Konstruksi Sosial tentang Pelayanan Kesehatan Pengguna Jamkesmas (Studi Kasus pada Keluarga Miskin Pengguna Jamkesmas yang Tidak Puas di RSUD Jombang). (Poor Families Jamkesmas User’s Social Construction of Health Care (Intended to Describe Poor Families That Used Jamkesmas about the Health Care Facilities They Received During Their Hospitalization in RSUD Jombang))
Pengarang : Endah Wahyuningsih
Abstraksi : Penelitian ini berjudul “Konstruksi Sosial tentang Pelayanan Kesehatan Keluarga Miskin Pengguna Jamkesmas”. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan konstruksi keluarga miskin yang tidak puas ketika menggunakan fasilitas jamkesmas akan pelayanan kesehatan selama mereka menjalani rawat inap. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah konstruksi sosial keluarga miskin pengguna Jamkesmas tentang pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan di instalasi gawat darurat (UGD), pelayanan yang dilakukan dokter, pelayanan yang dilakukan perawat dan pelayanan obat. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Landasan teoritis yang digunakan adalah teori-teori yang termasuk dalam definisi sosial. Teori tersebut adalah teori konstruksi sosial. Untuk mengumpulkan data metode yang dipakai adalah wawancara mendalam. Sesuai dengan tujuan penelitian yang menjadi informan adalah para keluarga miskin yang saat itu menjalani rawat inap di RSUD Jombang dengan menggunakan jamkesmas. Sedangkan penentuan informan dilakukan secara purposif, dengan maksud akhir tercapai tujuan penelitian. Temuan yang didapat dari penelitian adalah: Para keluarga pasien jamkesmas mengkonstruksi pelayanan kesehatan sebagai pelayanan yang sulit dan rumit, dari sisi dokter kesulitan itu dimaknai dengan dokter selalu tergesa-gesa dalam pemeriksaan, tidak komunikatif, dan jam visite yang berubah-ubah. Sedangkan dari sisi pelayanan perawat, dimaknai sebagai pelayanan yang tidak ramah, pelayanan yang tidak menghargai hak pasien dan keluarganya, melakukan tindakan tanpa menjelaskan terlebih dahulu, tidak tanggap terhadap keluhan pasien, jarang melakukan perawatan. Ini semua dirasakan ketika tidak ada hubungan personal yang baik di antara penyedia layanan dan pasien. Sedangkan bagi mereka yang sudah memiliki hubungan personal sebelum melakukan rawat inap mereka lebih mudah dalam berkomunikasi dengan dokter. Bahkan ada proses negosiasi antara pasien dan dokter. Sedangkan pada pelayanan obat, mereka memaknai bahwa ternyata pelayanan jamkesmas tidak benar-benar gratis karena masih banyak obat yang harus dibeli, terutama obat- obat yang mahal, dan masih saja ada obat yang tidak tersedia di apotik rumah sakit.
Download File   Endah Wahyuningsih

Judul : Optimasi Tablet Ekstrak Daun Pare (Momordica Charantia L.). (Optimization Tablet of Leaves Extract of Bitter Melon)
Pengarang : Fransiskus Apriyadi, Lannie Hadisoewignyo, Liliek Hermanu
Abstraksi : Telah dilakukan penelitian tentang optimasi konsentrasi magnesium stearat, aerosil, dan amilum manihot dalam pembuatan tablet ekstrak daun pare (Momordica charantia L.) dengan metode cetak langsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi magnesium stearat, aerosil, dan amilum manihot serta interaksinya terhadap sifat fisik tablet ekstrak daun pare dan mendapatkan formula tablet ekstrak daun pare yang optimum dengan perbandingan konsentrasi bahan tambahan. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perkolasi dengan etanol 70%. Teknik optimasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan metode simplex lattice design dengan kombinasi tiga bahan tambahan yaitu magnesium stearat, aerosil, dan amilum manihot. Respons yang diamati untuk memperoleh formula optimum adalah kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi magnesium stearat, aerosil, dan amilum manihot serta interaksinya berpengaruh secara signifikan terhadap kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet ekstrak daun pare. Berdasarkan program optimasi Design-Expert diperoleh formula optimum dengan menggunakan kombinasi magnesium stearat (6,5 mg), aerosil (4,5 mg), dan amilum manihot (39 mg) menghasilkan respons kekerasan tablet (7,21 Kp), kerapuhan tablet (0,79%), dan waktu hancur tablet (9,97 menit).
Download File   Fransiskus Apriyadi, Lannie Hadisoewignyo, Liliek Hermanu

Judul : Pengaruh Budaya Organisasi dan Iklim Organisasi terhadap Kinerja Guru di MTsN Se Kabupaten Jombang. (The influence of organizational culture and climate organization to the teacher performance in MTsN Jombang District)
Pengarang : Rachma Agustina
Abstraksi : Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan deskripsi tentang budaya organisasi, iklim organisasi dan kinerja guru juga meneliti hubungan kausal budaya organisasi dan iklim organisasi terhadap kinerja guru, pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru, dan pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja guru MTsN se Kabupaten Jombang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, yaitu penelitian yang bertujuan melihat hubungan antar variabel atau beberapa variabel dengan variabel lain. Sampel penelitian diambil dari guru yang mengajar di MTsN se Kabupaten Jombang sebanyak 66 orang dari seluruh populasi 669 orang. Teknik pengambilan sampel dengan teknik proportional random sampling atau sampel berimbang acak. Hasil penelitian ini diolah dengan menggunakan program SPSS versi 17.00. Teknik analisis ini digunakan untuk menjawab permasalahan pertama sampai dengan keenam sekaligus menguji hipotesis penelitian yang berbunyi: (1) ada pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja guru; (2) ada pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja guru; (3) ada pengaruh budaya organisasi dan iklim organisasi secara bersama- sama terhadap kinerja guru. Dari hasil analisis didapat temuan bahwa (1) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara budaya organisasi dan kinerja guru, karena nilai thitung = 4,221 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari α = 0,05; (2) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara iklim organisasi dengan kinerja guru, karena nilai nilai thitung = 5,035 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari α = 0,05; (3) ada pengaruh yang positif dan signifikan antara budaya organisasi dan iklim organisasi secara bersama - sama terhadap kinerja guru dengan nilai Fhitung = 22,986 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari α = 0,05.
Download File   Rachma Agustina

Judul : Hubungan antara Pemantauan Orang Tua dengan Practice Mahasiswa STIKES-ABI yang Tidak Berisiko terhadap Transmisi HIV/AIDS. (The Correlation between Parental Monitoring and Practice of STIKES-ABI Female Student with No Risk of HIV/AIDS Transmission)
Pengarang : Sri Wilujeng
Abstraksi : Dewasa muda merupakan usia yang sangat berisiko terjadi penularan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), sebab pada usia ini merupakan usia mencari identitas diri. Kemampuan mengendalikan seksual dan pemantauan orang tua akan mempengaruhi perkembangannya. Didasarkan pada kenyataan sebagian besar mereka berasal dari daerah dengan berbagai budaya yang diasumsikan mengalami keterbatasan dalam mendapatkan informasi tentang HIV/AIDS. Perubahan lingkungan antara daerah asal dengan lingkungan baru dan jauhnya pengawasan orang tua berisiko bagi mahasiswa baru melakukan tindakan yang berisiko tertular HIV/AIDS. Practice mahasiswi dihubungkan dengan pemantauan orang tua. Pemantauan orang tua yang baik terhadap mahasiswi diperlukan untuk mencegah tindakan yang berisiko tertular HIV/AIDS. Penelitian tentang hubungan pemantauan orang tua dengan practice mahasiswi yang tidak berisiko terhadap transmisi HIV/AIDS penting untuk dilakukan pada mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Artha Bodhi iswara STIKES-ABI. Penelitian ini merupakan analitik observasional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswi STIKES-ABI Surabaya tahun ajaran 2008/2009 berjumlah 145 mahasiswi. Sampel diambil dengan cara simple random sampling. Pengambilan data dengan cara pembagian kuesioner kepada 106 mahasiswi tentang tindakan dan pemantauan orang tua. Melalui uji Chi Square dengan tingkat signifikan 0,05. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar pemantauan orang tua baik (77,36%) dan sebagian besar practice mahasiswi baik (87,74%). Mereka dengan pemantauan orang tua yang kurang baik 25% adalah mempunyai practice kurang baik, lebih besar dari pada pemantauan baik. Hasil uji menggunakan Fisher’ Exact p = 0,041 yang berarti ada hubungan antara pemantauan orang tua dengan practice mahasiswi yaitu practice mahasiswi tidak berisiko terhadap HIV/ AIDS lebih baik pada mereka yang mendapat pemantauan orang tua baik dibanding yang mendapat pemantauan kurang baik.
Download File   Sri Wilujeng

Judul : Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Masyarakat terhadap Gizi Buruk di Wilayah Kecamatan Sampung dan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. (Influence The Level of Education and Income to Poor Nutrition in the Sub- District Sampung and Jenangan in Ponorogo District)
Pengarang : Ike Sureni, Eliya Rohmah, Hariyanto
Abstraksi : Status Gizi Anak adalah keadaan kesehatan anak yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik energi dan zat-zat gizi lain yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara antropometri, dan dikategorikan berdasarkan standar baku WHO-NCHS dengan indeks BB/U, TB/U dan BB/TB. Status gizi dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat. Dengan status gizi yang baik diharapkan tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan optimal. Balita yang ditimbang di Kabupeten Ponorogo 42.524 jiwa. Sedangkan 664 Balita mengalami BGM (Balita Bawah Garis Merah) dan 385 Balita mengalami gizi buruk. Dari Jumlah tersebut, Kecamatan Sampung dan Kecamatan Jenangan termasuk kecamatan yang masih rawan gizi. Angka kejadian gizi buruk di Kecamatan Sampung mencapai 54 Balita, dan di Kecamatan Jenangan sejumlah 31 Balita. Sedangkan jumlah Balita di kedua kecamatan tersebut adalah 6.486 Balita. (Profil Kesehatan Kab.Ponorogo: 2008). Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pendapatan Masyarakat terhadap Gizi Buruk di Wilayah Kecamatan Sampung dan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo”. Metode penelitian ini menggunaan rancangan analitik. Jumlah sampel 104. Sedangkan teknik samplingnya adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap ketiga variabel, baik: tingkat pendidikan, pendapatan dan status gizi Balita. Sedangkan teknik analisis dilakukan dengan uji statistik menggunakan Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukkan 59,6% responden status gizi balitanya Baik, 34,6% kurang dan 5,8% buruk. Sedangkan hasil uji statistik dengan regresi logistik ganda menunjukkan: tidak ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan pendapatan terhadap gizi buruk, yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi/p tingkat pendidikan= 0,636, signifikansi/p pendapatan = 0,350. Hasil tersebut masih sesuai dengan teori yang ada tentang faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita, yang juga dipengaruhi faktor lain terutama konsumsi pangan dan pola asuh keluarga. Dari hasil penelitian tersebut disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang analisis konsumsi pangan dan pola asuh keluarga terhadap kejadian gizi buruk.
Download File   Ike Sureni, Eliya Rohmah, Hariyanto

Judul : Pengaruh Pemberian Ekstrak Bunga Rosela (Hisbiscus sabdariffa L) terhadap Kuantitas dan Kualitas Sel Spermatogenik Mencit (Mus Musculus) yang Diberi 2-Methoxyethanol. (The Influence of Rosella Flower’s (Hisbiscus sabdarifa L) Extract to Quality and Quantity of Spermatogenic Cells of Mice (Mus musculus) That Be Given 2–Methoxyethanol)
Pengarang : Suparniasri
Abstraksi : Tujuan dari penelitian ini diketahui (Hisbiscus sabdarifa L.) ekstrak bunga Rosella pengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sel spermatogenik mencit (Mus musculus) yang diberikan 2-Methoxyethanol (2-ME). Penelitian ini menggunakan 35 mencit jantan dewasa (matang secara seksual). Mereka dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 7 ekor. Satu kelompok (kelompok kontrol negatif) diberi 2-ME solusi, dan tiga kelompok perlakuan diberikan (Hisbiscus sabdarifa L.) ekstrak Rosella bunga dalam dosis 14 mg/kg BB/hari, 28 mg/kg BB/hari, dan 56 mg/ kg BB/hari. Solusinya diberikan secara oral selama 5 hari untuk kelompok kontrol dan 13 hari untuk kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan telah diberi 2-ME solusi selama lima hari sebelum mendapat (Hisbiscus sabdarifa L.) ekstrak Rosella bunga. Setelah pengobatan, spermatozoa diambil dari epididimis diamati untuk mortalitas, morfologi, dan jumlah spermatozoa dan dari yang dibuat fiksasi testis oleh Hematoxillin Eosin (HE) fiksasi untuk menghitung jumlah spermatogonium, spermatosit primer, dan spermatid. Hasilnya adalah (1) terdapat perbedaan yang signifikan antara 2-ME kelompok dan semua Rosella ini bunga (Hisbiscus sabdarifa L.) kelompok ekstrak untuk motilitas spermatozoa, (2) terdapat perbedaan yang signifikan antara 2-ME kelompok dan semua Rosella ini bunga (Hisbiscus sabdarifa L.) ekstrak kelompok untuk morfologi spermatozoa, (3) terdapat perbedaan yang nyata di antara 2-ME kelompok dan semua (Hisbiscus sabdarifa L.) ekstrak Rosella bunga dalam dosis: 28 mg/kg BB/hari, 56 mg/kg BW/hari untuk jumlah spermatozoa, (4) ada perbedaan yang signifikan antara 2-ME kelompok dan semua Rosella ini bunga (Hisbiscus sabdarifa L.) mengekstrak kelompok untuk jumlah spermatogonium, (5) ada perbedaan yang signifikan antara 2-ME kelompok dan kelompok (Hisbiscus sabdarifa L.) ekstrak Rosella bunga dalam dosis: 14 mg/kg BB/hari, 28 mg/kg BB/hari, 56 mg/kg BB/hari untuk jumlah spermatosit primer, dan (6) ada berbeda nyata 2-ME kelompok dan semua Rosella ini bunga (Hisbiscus sabdarifa L.) mengekstrak kelompok untuk jumlah spermatid. Kesimpulannya adalah (Hisbiscus sabdarifa L.) ekstrak Rosella bunga ini bisa meningkatkan motilitas spermatozoa, morfologi normal, jumlah spermatosit primer dan jumlah spermatid pada tikus yang diberi 2-ME.
Download File   Suparniasri

Judul : Peningkatan Kesegaran Jasmani melalui Latihan Push Up, Sit Up dan Squat Jump pada Siswa Kelas XI SMAK Yos Sudarso Kepanjen Malang. (Through Increased Physical Freshness Exercise Push ups, Sit ups and Squat Jump In Class XI student SMAK ODOT Kepanjen Malang)
Pengarang : Nur Iffah
Abstraksi : Kebugaran fisik pada hakikatnya merupakan kondisi fisik yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas produktif tanpa mengalami kelelahan yang signifikan. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat, kebugaran dan kesehatan, kinerja, kualitas, menanamkan nilai- nilai moral dan akhlak sportivitas, mulia dan disiplin. Purnomo (1995:13) dalam studinya “dari 20 sekolah menengah di empat provinsi: Jawa Timur, Bali, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan, kesimpulan bahwa tingkat kebugaran jasmani yang baik, efek positif pada prestasi belajar, sebagaimana dibuktikan oleh hasil tes kebugaran fisik dan nilai hasil belajar yang diambil dari 10 mata pelajaran. Setelah diklasifikasikan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang memiliki baik tingkat kebugaran fisik yang baik ". Peningkatan kebugaran fisik di lingkungan sekolah diharapkan dapat mendukung pencapaian suatu pengajaran yang optimal dan proses belajar, ketika siswa memiliki kebugaran fisik yang baik akan dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik, tampaknya belum terwujud SMAK Josh. Sudarso Kepanjen, maka upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kebugaran fisik akhirnya mendapatkan tingkat tinggi kemampuan kebugaran dan fungsional alat ini, yang berarti tubuh lebih mampu mewujudkan tujuan pendidikan.
Download File   Nur Iffah

Judul : Peran Zinc terhadap Fungsi Pengecap dan Perubahan Berat Badan (Studi pada Balita Gizi Kurang dengan Kadar Albumin Rendah di Bojonegoro). (Role of Zinc against the Taste Function and Changes in Body Weight (a Studi in Less Nutrition Toddlers with Low Levels of Albumin in Bojonegoro))
Pengarang : Wahyu Ratnasari
Abstraksi : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain pre test-post test kelompok kontrol dengan pengukuran yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi seng pada fungsi rasa dan perubahan berat badan balita gizi kurang dengan tingkat albumin rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, recall makanan, kuesioner frekuensi makanan, antropometri, pengambilan sampel darah dan pemeriksaan laboratorium. Populasinya adalah anak usia 4-5 tahun. Sampel diambil dari populasi dengan kriteria inklusi. Kemudian mereka ditempatkan dalam kelompok dengan alokasi acak. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam fungsi selera balita. Ini bisa dilihat dari hasil uji rasa ketajaman manis sebelum dan setelah pengobatan. Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara ketajaman rasa sebelum suplementasi seng dengan 1 bulan dan 2 bulan setelah suplementasi pada kedua kelompok baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol dengan nilai berturut-turut adalah 1,000, 0,317, dan 0,155. Sementara hasil uji multivariat pada kelompok perlakuan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan dalam berat badan antara sebelum suplementasi seng dengan1 bulan dan 2 bulan setelah suplementasi seng dengan nilai p = 0,113. Dan tidak ada perbedaan yang signifikan pula pada kelompok kontrol dengan nilai p = 0,965. Kesimpulan: ada pengaruh suplementasi seng pada fungsi selera dan perubahan berat badan pada balita gizi buruk dengan kadar albumin rendah.
Download File   Wahyu Ratnasari

Judul : Upaya Peningkatan Efektivitas Belajar Lempar Cakram dengan Media Modifikasi Piring Plastik pada Siswa Kelas VIII MTs. Khadijah Kota Malang. (Improving the Effectiveness of Learning Media Disc Throw Modification Plastic plate in the eighth grade students of MTs. Khadijah Malang)
Pengarang : Nur Iffah
Abstraksi : Factor mempengaruhi pembelajaran pendidikan jasmani: masih terjebak dengan kedinasannya rutin dan belum menyadari, memahami makna sebenarnya dari siswa membelajarkan (profesional) sertifikasi belum menjadi motivasi diri dan konsisten mempertahankan berkelanjutan (internal) dan tingkat kesejahteraan merupakan faktor eksternal (Mutohir. TC, 2002). Terkait dengan kompetensi yang harus dimiliki, dan harus melatih dan mendidik kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan menteri 43/U/1987 jumlah pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik, intelektual dan emosional secara fisik aktivitas. Untuk dapat mengembangkan keterampilan motorik dasar sesuai dengan tahap perkembangan dan karakteristik siswa, guru harus melakukan berbagai pendekatan, model pembelajaran kreatif dan inovatif yang diperlukan untuk memberikan nuansa dan warna baru bagi siswa yang berdampak pada meningkatnya minat untuk berpartisipasi dalam belajar dengan menyenangkan. Untuk mendukung hal ini, dan terbatasnya sarana dan prasarana, kurangnya dana dan pengetahuan modifikasi media yang bukan alasan, hanya hiper dan dorongan untuk lebih kreatif dan inovatif, karena banyak guru meniru satu sama lain, seperti yang diajarkan oleh berlatih olahraga, dalam beberapa kasus memiliki kesamaan, namun ada perbedaan, agar kekaburan semacam, tingkat kesulitan, modifikasi (ukuran regulasi, jumlah diketahui (Samsudin, 2008:12), sehingga siswa menjadi kurang bahagia, meskipun fasilitas terbatas tersedia hanya satu disc, sedangkan rata-rata siswa di MTs. Khadijah ada 32 siswa, sehingga jumlah cakram dengan siswa tidak sebanding. Tampaknya piring plastik dapat menjadi alternatif, dari segi bentuk, ada kemiripan, itu ketersedian dan harga, sangat mudah untuk datang oleh pasar dengan harga yang sangat murah, maka penelitian yang diperlukan. Disk Tujuan penelitian melemparkan meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan modifikasi media yang hasil disajikan dalam bentuk siklus yang berkelanjutan deskriptif kualitatif yang merupakan karakteristik dari penelitian tindakan.. Dengan mengamati negara untuk mengidentifikasi objek yang akan diperiksa, maka set berikutnya tindakan pembelajaran. Dalam pelaksanaan diamati lebih lama untuk menerapkan dan Rencana tindakan baru yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas sebelumnya.
Download File   Nur Iffah

Judul : Peningkatan Kadar Patchouli Alkohol dengan Variasi Tekanan Uap dalam Distilasi Uap Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth). (Increasing of alpha-Patchouli alcohol with Vapour Pressure Variations in Steam Distillation of Patchouli Plants (Pogostemon cablin Benth))
Pengarang : Sentot Joko Raharjo, Ayu Ristamaya Yusuf
Abstraksi : Komponen utama minyak nilam adalah patchouli alkohol. Selama ini isolasi minyak nilam dari daun nilam dengan kadar patchouli alkohol yang tinggi dilakukan dengan distilasi uap dilanjutkan dengan distilasi fraksinasi vakum, distilasi aerasi, dan distilasi superkritis CO2. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kadar patchouli alkohol yang optimal dan karakteristik komponen penyusun minyak nilam dalam distilasi uap daun nilam pada variasi tekanan uap inlet (0,9-1,0; 1,0-1,1) atmosfir dan variasi tekanan uap outlet (0,9-1,0; 1,0-1,1) atmosfir selama 4, 6, 8 jam. Kadar patchouli alkohol yang optimal adalah minyak nilam hasil distilasi uap dengan tekanan uap inlet 0,9-1,0 atm dan tekanan uap outlet 0,9-1,0 atm selama 8 jam Karakteristik minyak nilam yang optimal adalah minyak nilam hasil distilasi uap tanaman nilam dengan tekanan uap inlet (1,0-1,1) atmosfir dan tekanan uap outlet (1,0-1,1) atmosfir selama6 jam yang memiliki rendemen 5,88 % dan kadar patchouli alkohol 39,12%. Komponen penyusun minyak nilam yang lain adalah alfa- bulnusene, alfa-guaiene, seychellene, alfa-patchoulene, valencene, cis-thujopsene, beta-caryophylene, gemacrene-D, selina-3,7-(11)- diene, gemacrene-A, viridiflorene, beta-caryophylene oksida, viridiflorol, dan pogostol.
Download File   Sentot Joko Raharjo, Ayu Ristamaya Yusuf