Detail Jurnal


Judul : Pengaruh Sertifikat Penyuluhan (SP) terhadap Mutu Makanan dari Industri Makanan di Kabupaten Ponorogo
Pengarang : Ike Sureni
Abstraksi : Makanan dan minuman merupakan bagian penting dari pangan untuk memenuhi zat gizi. Studi pendahuluan secara kualitatif di Ponorogo menunjukkan bahwa SP disalahartikan sebagai surat ijin mendirikan industri makanan dari Dinas Kesehatan. Dalam penyuluhan makanan tersebut belum ada evaluasi efektivitas dan efi siensi penyuluhan tersebut. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh SP terhadap mutu makanan. Tujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas makanan dari industri yang mempunyai SP dan tidak SP serta pengaruh kepemilikan SP terhadap mutu makanan di kabupaten Ponorogo. Jenis Penelitian ini Kuasi Eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Ponorogo dengan mengambil sampel makanan dari 30 industri makanan yang ber SP dan 30 yang belum ber SP yang ada di kabupaten Ponorogo. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 1 Mei sampai 31 Oktober 2010. Analisis data dengan menggunakan uji T tidak berpasangan dan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara industri makanan yang sudah mempunyai SP dan belum, serta ada pengaruh SP terhadap kualitas makanan; kualitas makanan yang mempunyai SP lebih baik daripada yang belum mempunyai SP. Oleh karena itu perlu peningkatan sosialisasi supaya industri makanan mengikuti pelatihan dan memperoleh SP.
Download File   Ike Sureni

Judul : Hubungan Pola Pengasuhan Ibu dengan Keterampilan Sosial Anak Usia 6 Tahun di TK ABA Kabupaten Jombang
Pengarang : Pujiani, Oedojo Soedirham, Windhu Purnomo
Abstraksi : Masa kanak-kanak akhir perkembangan utamanya adalah sosialisasi, keterampilan sosial dengan seorang anak merupakan faktor penting untuk memiliki hubungan sosial yang positif. Umumnya keterampilan sosial dapat menyebabkan anti sosial. Menurut kondisi lebih dari 50% dari usia 4–5 tahun, tidak menunjukkan gejala penyimpangan perilaku yang bisa menjadi permanen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara gaya mengasuh orang tua dengan kemampuan sosial anak 6 tahun di perumahan Jombang. Lokasi penelitian di TK ABA perumahan Jombang. Subjek penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki anak berumur 6 tahun yang belajar di TK ABA, jumlah sampel 63 orang. Pengumpulan sampel menggunakan teknik sampling acak. Analisis data menggunakan regresi linier dobel dengan p = 0,05 dan Cl = 95%. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi pola pengasuhan, semakin tinggi pola kemampuan sosial anak 6 tahun tersebut. Kesimpulan: Secara garis besar semakin tinggi pengasuhan ibu, berpengaruh dalam baiknya kemampuan sosial anak 6 tahun, secara tidak langsung pendidikan ibu dan prosesnya secara positif berhubungan pada pengasuhan ibu terhadap kemampuan sosial anak.
Download File   Pujiani, Oedojo Soedirham, Windhu Purnomo

Judul : Pola Pantang Makan Berhubungan dengan Proses Penyembuhan Luka Sirkumsisi
Pengarang : Zauhani Kusnul H
Abstraksi : Kepercayaan untuk berpantang makan setelah proses sirkumsisi/khitan dengan tujuan luka khitan menjadi cepat sembuh masih banyak dianut oleh masyarakat terutama oleh para orang tua. Kepercayaan ini diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang. Secara teori proses penyembuhan luka justru membutuhkan nutrisi ekstra untuk menumbuhkan jaringan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifi kasi adanya hubungan antara perilaku makan (pantang dan tidak pantang) dengan proses kesembuhan luka anak yang menjalani khitan. Penelitian ini merupakan penelitian anal alitik korelasional dengan pendekatan “kohort” yaitu merupakan jenis penelitian di mana menggunakan waktu secara longitudinal pada 30 anak yang menjalani khitan massal. Setiap anak diwawancarai untuk mengetahui termasuk berpantang makan atau tidak dan proses penyembuhan luka diamati tiap hari untuk menilai lamanya waktu yang dibutuhkan hingga luka sembuh kemudian dikategorikan luka sembuh cepat atau lambat. Hasil penelitian dianalisa dengan uji korelasi spearman didapatkan nilai signifi kasi = 0,023 < α (α = 0,05) yang artinya ada hubungan pola makan dengan proses penyembuhan luka sirkumsisi. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pola makan anak post sirkumsisi berhubungan dengan lamanya proses penyembuhan, anak yang tidak berpantang makan proses penyembuhan lukanya lebih cepat.
Download File   Zauhani Kusnul H

Judul : Daya Larvasida Daun Cabean (Piper sarmentosum Roxb.ex Hunter) dan Daun Sirih (Piper betle L.) terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Linn.
Pengarang : Sajekti Palupi, Azminah, Dewi Rahmawati, dan Nurmi Yunita
Abstraksi : Daun cabean (Piper sarmentosum Roxb. ex Hunter) dan daun sirih (Piper betle L.) telah diuji daya larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti L. Dalam penelitian ini daun cabean dan daun sirih diekstraksi menggunakan pelarut etanol 90%, sehingga diperoleh ekstrak etanolnya. Uji larvasida ekstrak daun cabean menggunakan 5 perlakuan uji (ekstrak etanol 75 bpj, 100 bpj, 125 bpj, 150 bpj, 175 bpj) dan ekstrak daun sirih menggunakan 5 perlakuan uji (100 bpj, 200 bpj, 300 bpj, 400 bpj dan 500 bpj) dengan masing-masing 5 replikasi serta masing-masing ekstrak uji 1 kontrol negatif (Tween 80) dan 1 kontrol positif (Temephos 2 bpj). Pengamatan dilakukan setelah 24 jam dan dihitung jumlah larva yang mati pada masing-masing kelompok perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis probit dan didapatkan perbedaan yang bermakna kemampuan mematikan larva antara kontrol negatif dengan kelima konsentrasi ekstrak. Tidak ada perbedaan bermakna antara ekstrak etanol daun cabean 175 bpj dan ekstrak etanol daun sirih 500 bpj dibandingkan terhadap kontrol positif. LC90 untuk ekstrak etanol daun cabean 167,287 bpj. dan untuk ekstrak etanol daun sirih 464,438 bpj.
Download File   Sajekti Palupi, Azminah, Dewi Rahmawati, dan Nurmi Yunita

Judul : Pengaruh Pijat Perineum Selama Hamil terhadap Kejadian Rupture Perineum saat Persalinan di Bidan Praktik Swasta Jombang
Pengarang : Ruliati
Abstraksi : Ruptur perineum saat persalinan disebabkan selama kala II jaringan dinding vagina menipis dan meregang untuk membuka jalan lahir. Primigravida dan multigravida sekitar 70% mengalami robekan perineum saat melahirkan. Untuk mengurangi ruptur perineum, disarankan melakukan pijat perineum yang bertujuan untuk meningkatkan elastisitas jaringan kulit perineum. Penelitian ini ingin membuktikan pengaruh pijat perineum pada primigravida dan multigravida mulai usia kehamilan 34–36 minggu terhadap kejadian ruptur perineum pada persalinan. Jenis penelitian ini true experimental, rancangan penelitian Control group post test-only design dengan teknik simple random sampling. Pada penelitian ini terbagi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang dilakukan pijat perineum dan kelompok kontrol. Sampel penelitian ini adalah primigravida dan multigravida umur kehamilan 34–36 minggu yang melakukan pemeriksaan antenatal care di BPS Siswati, BPS Siti Zulaikah bulan April 2012. Besar sampel sebanyak 36 responden dengan rincian kelompok intervensi: terdiri 9 primigravida, 9 multigravida sedangkan pada kelompok kasus terdiri: 9 primigravida, 9 multigravida. The research result showed pada saat persalinan didapatkan hasil pada kelompok intervensi: primigravida tidak ruptur 44,4%, ruptur derajat 1 = 55,6%. sedangkan pada multigravida tidak ruptur 55,6%, ruptur derajat 1 sebanyak 44,4%. Pada kelompok kontrol: primigravida tidak ruptur 22,2%, ruptur derajat 1 = 22,2%, ruptur derajat 2 = 55,6% dan multigravida tidak ruptur 11,1%, ruptur derajat 1 = 33,3%, ruptur derajat 2 = 55,6%. Hasil uji Mann-Whitney. nilai p = 0,001 Conclusion Kejadian ruptur perineum pada kelompok primigravida dan multigravida yang dilakukan pijat perineum dapat menurunkan derajat ruptur perineum secara bermakna dibandingkan dengan kelompok yang tidak dilakukan pijat perineum
Download File   Ruliati

Judul : Peran Zinc terhadap Fungsi Pengecap dan Perubahan Berat Badan (Studi pada Balita Gizi Kurang dengan Kadar Albumin Rendah di Bojonegoro)
Pengarang : Wahyu Ratnasari
Abstraksi : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain pretest-posttest kelompok kontrol dengan pengukuran yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi seng pada fungsi rasa dan perubahan berat badan balita gizi kurang dengan tingkat albumin rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, recall makanan, kuesioner frekuensi makanan, antropometri, pengambilan sampel darah dan pemeriksaan laboratorium. Populasinya adalah anak usia 4–5 tahun. Sampel diambil dari populasi dengan kriteria inklusi. Kemudian mereka ditempatkan dalam kelompok dengan alokasi acak. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifi kan dalam fungsi selera balita. Ini bisa dilihat dari hasil uji rasa rasa ketajaman manis sebelum dan setelah pengobatan. Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifi kan antara ketajaman rasa sebelum suplementasi seng dengan 1 bulan dan 2 bulan setelah suplementasi pada kedua kelompok baik kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol dengan nilai berturut-turut adalah 1,000, 0,317, dan 0,155. Sementara hasil uji multivariat pada kelompok perlakuan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifi kan dalam berat badan antara sebelum suplementasi seng dengan 1 bulan dan 2 bulan setelah suplementasi seng dengan nilai p = 0,113. Dan tidak ada perbedaan yang signifi kan pula pada kelompok kontrol dengan nilai p = 0,965. Kesimpulan: ada pengaruh suplementasi seng pada fungsi selera dan perubahan berat badan pada balita gizi buruk dengan kadar albumin rendah.
Download File   Wahyu Ratnasari

Judul : Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Kerja Paramedis dan Non Paramedis di RSI Jombang
Pengarang : Lailatus Sa’adah
Abstraksi : Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang menarik, di mana kepuasan kerja merupakan sikap emosional dari individu karyawan terhadap apa yang diperolehnya dari sistem tempat di mana dia bekerja. Kepuasan kerja dalam perusahaan akan tercapai apabila ada keselarasan antara pihak manajemen dengan karyawan. Tujuan penelitian adalah: 1) menganalisis faktor-faktor kebijaksanaan dan administrasi rumah sakit, pengawasan, kompensasi, hubungan antarindividual, kondisi kerja, prestasi kerja, penghargaan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab dan promosi terhadap kepuasan kerja; 2) untuk mengetahui variabel manakah yang paling dominan yang memengaruhi kepuasan kerja; 3) untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan kerja paramedis dan nonparamedis di RSI Jombang. Dalam penelitian ini populasi berjumlah 64 responsden dipakai dengan cara sensus yang terbagi dua bagian 29 responsden paramedik dan 35 responsden nonparamedik. Dari hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 3,130 sedang F tabel sebesar = 2,04. Berarti nilai Fhitung > Ftabel artinya variabel kebijaksanaan dan administrasi rumah sakit (X1), pengawasan (X2), gaji (X3), hubungan antarindividu (X4), kondisi kerja (X5), prestasi kerja (X6), penghargaan (X7), pekerjaan itu sendiri (X8), tanggung jawab (X9) dan promosi (X10) berpengaruh nyata terhadap kepuasan kerja karyawan di Rumah Sakit Islam Jombang. Sedangkan variabel prestasi kerja (X6) mempunyai faktor yang dominan terhadap kepuasan kerja. Untuk kepuasan kerja antara paramedis dan nonparamedis tidak ada perbedaan meskipun jenis pekerjaan berbeda.
Download File   Lailatus Sa’adah

Judul : Peningkatan Kesegaran Jasmani Melalui Latihan Push up, Sit up dan Squat jump pada Siswa Kelas XI SMAK Yos Sudarso Kepanjen Malang
Pengarang : Nur Iffah
Abstraksi : Kesegaran jasmani pada hakikatnya merupakan kondisi fi sik yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas dengan produktif tanpa mengalami kelelahan yang berarti. UU RI No. 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan, kesegaran dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan ahlak mulia, sportivitas dan disiplin. Purnomo (1995:13) dalam penelitiannya “dari 20 SMP di 4 Provinsi: Jatim, Bali, D.I.Y, dan Sulsel diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik, berpengaruh positif terhadap prestasi belajar, terbukti dari hasil tes kebugaran jasmani dan nilai hasil belajar yang diambil dari 10 mata pelajaran. Setelah diklasifi kasikan hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifi kan antara siswa yang mempunyai prestasi belajar baik dengan tingkat kebugaran jasmani baik”. Peningkatan kesegaran jasmani di lingkungan sekolah diharapkan menunjang tercapainya proses belajar mengajar yang optimal, bila siswa memiliki kesegaran jasmani yang baik akan dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik, nampaknya belum terwujud SMAK Yos. Sudarso Kepanjen, maka perlu upaya peningkatan kesegaran jasmani yang akhirnya semakin tinggi tingkat kesegaran dan kemampuan fungsional alat-alat tubuh lebih baik yang berarti dapat mewujudkan tujuan pendidikan.
Download File   Nur Iffah

Judul : Hubungan antara Bayi Prematur dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD dr. Koesma Tuban Tahun 2009
Pengarang : Siti Mudrikatin
Abstraksi : ISPA yang terjadi pada balita akan memberikan gambaran klinik yang jelek tampak lebih berat tersebut terutama disebabkan oleh infeksi virus pada balita yang belum memperoleh kekebalan alamiah pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga terhadap penanggulangan infeksi saluran pernapasan bagian atas pada Balita di Puskesmas desa Jabon Jombang. Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang mempunyai Balita di Puskesmas desa Jabon Jombang sebanyak 58 orang, sampel yaitu keluarga yang mempunyai Balita di Puskesmas desa Jabon Jombang sebanyak 50 responsden, dengan pengambilan sampel menggunakan metode Non Probability sampling (purposive Sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner, disajikan dalam gambar dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan keluarga terhadap penanggulangan ISPA di ketahui ada sebagian besar responsden sebanyak 33 keluarga (66%) kurang, sedangkan penanggulangan ISPA pada Balita sebagian besar responsden penanggulangannya negatif sebanyak 30 responsden (60%). Hasil uji statistik spearman rho didapatkan ρ: (0,001) < 0,05, sehingga ada pengaruh tingkat pengetahuan keluarga terhadap penanggulangan ISPA pada Balita di Puskesmas desa Jabon Jombang. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah Pengetahuan keluarga terhadap penanggulangan infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) pada balita di Puskesmas desa Jabon Jombang yang dilakukan pada 50 responsden dapat diketahui bahwa sebagian besar pengetahuannya kurang. Saran untuk yang berpengetahuan kurang agar terus menambah informasi mengenai kesehatan terutama dalam hal penanggulangan ISPA pada balitanya, karena semakin banyak informasi maka semakin baik pengetahuan yang dimiliki.
Download File   Siti Mudrikatin

Judul : Hubungan Kontrasepsi KB Suntik 3 Bulan DMPA pada Akseptor KB dengan Peningkatan Berat Badan di Puskesmas Jabon Jombang
Pengarang : Siti Mudrikatin
Abstraksi : Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) adalah salah satu kontrasepsi yang hanya mengandung progestin yaitu 150 DMPA yang diberikan tiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuskular (IM). Masalah peningkatan berat badan pada akseptor KB suntik 3 bulan disebabkan hormon progesteron yang kuat sehingga merangsang hormon nafsu makan dihipotalamus. Dengan adanya nafsu makan lebih banyak dari biasanya tubuh kelebihan zat gizi. Untuk mengurangi peningkatan berat badan pada akseptor KB danjurkan untuk pembatasan pola makan dan olahraga. Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh akseptor KB suntik 3 bulan DMPA di puskesmas Jabon bulan maret sebanyak 90 orang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, pengumpulan data menggunakan form observasi, kartu register kohort, dan timbangan. Analisis data menggunakan Spearman Ran’ks. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar akseptor mengalami peningkaan bera badan, hasil Spearman Rank’s ρ (0,000) > α (0,005) yang berarti ada hubungan konrasepsi kb suntik 3 bulan DMPA pada akseptor KB suntik 3 bulan pada akseptor KB dengan peningkatan berat badan. Hendaknya akseptor KB suntik 3 bulan DMPA memperhatikan pola makan dan olahraga.
Download File   Siti Mudrikatin

Judul : Analisis Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Kinerja Bidan Desa dalam Penerapan Manajemen BBLR di Kabupaten Tuban
Pengarang : Dwi Rukma Santi
Abstraksi : Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa masih banyak bidan desa yang tidak menyiapkan alat resusitasi pada pertolongan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja bidan desa dalam penerapan manajemen tata laksana BBLR saat lahir di Kabupaten Tuban. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan pendekatan survey cross sectional. Populasi adalah seluruh bidan desa berjumlah 270 orang. Pemilihan subjek sebanyak 99 orang dilakukan dengan Cluster Random Sampling. Variabel terikat adalah kinerja bidan desa dalam tata laksana BBLR saat lahir, variabel bebas adalah pengetahuan, pelatihan, motivasi, beban kerja, fasilitas, persepsi supervisi dan variabel pengganggu adalah umur, masa kerja, pendidikan. Pengambilan data melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat dilakukan dengan Spearman Rank Test, dan analisis multivariat dengan Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata umur responsden adalah 36,5 tahun dengan SD = 5,4 tahun. Sebagian besar (73,7%) sudah berpendidikan D3 Kebidanan ke atas. Rerata masa kerja 14 tahun dengan SD = 6 tahun. Hanya 55,6% responsden yang mempunyai kinerja baik dalam tata laksana BBLR saat lahir. Hanya 54,5% responsden yang berpengetahuan baik. Hanya 43,4% yang telah mengikuti > 1 pelatihan dan 53,5% bermotivasi tinggi. Sebagian besar (64,6%) merasa beban kerjanya berat. Hanya 49,5% mempunyai fasilitas memadai dan sebagian besar (61,6%) mempunyai persepsi tentang supervisi baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p = 0,0001), pelatihan (p = 0,0001), motivasi (p = 0,0001), fasilitas (p = 0,0001), persepsi supervisi (p = 0,0001), umur (p = 0,004), masa kerja (p = 0,002) berhubungan dengan kinerja bidan desa dalam tata laksana BBLR saat lahir. Hasil analisis multivariat menunjukkan ada pengaruh secara bersama-sama antara fasilitas (p = 0,0001; Exp B = 11,246),pengetahuan (p = 0,009; Exp B = 4,952),persepsi supervisi (p = 0,026; Exp B = 4,127) dan pelatihan (p = 0,029; Exp B = 3,795) terhadap kinerja bidan desa dalam penerapan manajemen tata laksana BBLR saat lahir di Kabupaten Tuban.
Download File   Dwi Rukma Santi