Detail Jurnal


Judul : Hubungan Motivasi Belajar dengan Perolehan Indeks Prestasi D-III di STIKES Husada Jombang Tahun Akademik 2010
Pengarang : Siti Mudrikatin
Abstraksi : Motivasi belajar merupakan kekuatan yang dapat menggerakkan individu untuk belajar. Motivasi belajar ini dapat berasal dari dalam diri mahasiswa (intrinsik) dan dari luar diri mahasiswa (ekstrinsik). Indeks prestasi merupakan salah satu tolak ukur dari mahasiswa terhadap tingkat kecerdasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara motivasi belajar dengan perolehan indeks prestasi mahasiswi tingkat I Prodi D-III Kebidanan STIKES Husada Jombang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswi tingkat I Prodi D-III Kebidanan STIKES Husada Jombang yang berjumlah 127 mahasiswi. Sedangkan teknik sampling yang digunakan yaitu dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan data sekunder (studi dokumentasi). Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi rank spearman. Hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan data bahwa sebagian besar motivasi belajar responden adalah sedang yaitu sebanyak 84 responsden, dan hanya 3 responden yang mempunyai motivasi belajar yang lemah. Sedangkan untuk indeks prestasi sebagian besar reponden penelitian ini adalah sangat memuaskan yaitu sebanyak 76 responsden. Dari hasil uji korelasi statistik rank spearman didapatkan hasil t hitung < t tabel (0,38, 1,962), sehingga dalam penelitian ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan perolehan indeks prestasi. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah indeks prestasi mahasiswa tidak dipengaruhi oleh motivasi belajar, namun masih ada faktor lain yang dapat memengaruhi indeks prestasi belajar, di antaranya adalah kondisi fisiologis, kondisi psikologis, sikap terhadap guru dan mata kuliah, kemampuan pembawaan, bimbingan dan ulangan. Untuk itu, hendaknya pada penelitian selanjutnya meneliti variabel lain untuk mengetahui faktor apa yang paling dominan memengaruhi perolehan indeks prestasi mahasiswa.
Download File   Siti Mudrikatin

Judul : Hubungan Kepatuhan Menggosok Gigi dengan Terjadinya Caries Gigi di SDN Jabon I Jombang
Pengarang : Siti Mudrikatin
Abstraksi : Lubang pada gigi (karies gigi) merupakan masalah utama pada anak usia sekolah. Salah satu penyebabnya adalah sisa makanan yang tertinggal pada gigi atau pada suatu permukaan gigi dan kemudian meluas kebagian yang lebih dalam dari gigi. Jika gigi tidak dirawat dengan baik, maka akan menyebabkan bau mulut dan terjadi karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kepatuhan menggosok gigi terhadap terjadinya karies gigi di SDN Jabon I Jombang, dengan jumlah sampel 36 siswa dan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari 2011. Data ini didapatkan dengan cara wawancara, kuesioner dan observasi, untuk mengumpulkan data dilakukan scoring, dihitung dan ditabulasi dengan menggunakan teknik presentasi. Hasil penelitian kepatuhan ini bahwa kepatuhan menggosok gigi di SDN Jabon I Jombang adalah cukup dengan presentasi 55,6% dari 36 responden dan terjadinya karies gigi di SDN Jabon I Jombang adalah sedang dengan presentasi 50% dari 36 responsden. Karies gigi dapat disebabkan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, cara perawatan gigi yang kurang baik, kurangnya frekuensi memeriksakan gigi ke dokter gigi, kurangnya menjaga kebersihan sikat gigi, kurangnya pengetahuan terhadap penularan karies gigi. Agar tidak terjadi karies gigi maka kita harus menjaga makanan yang dikomsumsi dan melakukan perawatan gigi secara benar, yaitu menggosok gigi sebelum tidur, sebelum dan sesudah makan pagi, serta tidak lupa untuk memeriksakan gigi setiap 6 bulan sekali.
Download File   Siti Mudrikatin

Judul : Strategi Penanganan Obesitas secara Aman dan Efektif
Pengarang : Nur Iffah
Abstraksi : Dahulu kegemukan menjadi kebanggaan, mode bagi eksekutif, namun pandangan itu berubah setelah diketahui obesitas bukan hanya masalah estetika, tetapi penyebab: (1) faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner, diabetes mellitus, stroke, hipertensi, gout, batu kandung empedu, (2) penyulit waktu kehamilan dan pembedahan, (3) memengaruhi sistem gerak tubuh, (4) obesitas berat mengganggu paru-paru. Obesitas suatu keadaan fisiologis akibat penimbunan lemak di dalam tubuh merupakan epidemik di negara maju dan berkembang. Prevalensinya meningkat signifikan dalam beberapa dekade terakhir sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama. Peningkatan sosial ekonomi berpengaruh terhadap perubahan pola makan masyarakat, banyak mengkonsumsi karbohidrat, lemak menjadi pemicu. Bouchard 1991 membuktikan, penyebab utamanya 95% akibat gangguan pola makan dan hanya 5% yang disebabkan faktor genetik. Dari tipenya, tipe android visceral yang paling berisiko terjadinya penyakit degenerative dan faktor lain: (1) makan berlebihan (sering gemil, konsumsi lemak dan karbohidrat yang semula bahan tepung bergeser ke bahan yang mudah diserap, (2) salah memilih jenis makanan, (3) pengaruh lingkungan, (4) psikologis, (5) keturunan, (6) ras, (7) jenis kelamin, (8) umur dan kehamilan, (9) penyakit, serta (10) pengaruh aktivitas. Strategi penanganannya dengan motivasi yang kuat perlu ditumbuhkan dan disadarkan bahwa penurunan berat badan (BB) bertujuan agar lebih menarik dan yang terpenting lebih sehat. Dengan mengubah gaya hidup, support dari orang terdekat dan berolahraga secara teratur dapat menurunkan BB. Diet dan olahraga tidak hanya waktu tertentu, tetapi sesudah tercipta BB yang dikehendaki, harus tetap dipertahankan agar terjadi pengeluaran kalori dan untuk membentuk tubuh, bila tidak tercapai maka obat (terutama isomeride) membantu penanganan obesitas secara aman dan efektif.
Download File   Nur Iffah

Judul : Penggunaan Garam Beryodium pada Ibu Rumah Tangga di Desa Bungu Kecamatan Bungkal Ponorogo
Pengarang : Mohamad Badri
Abstraksi : Garam beryodium diperlukan untuk mencegah penyakit gondok. Sumber yodium di samping berasal dari garam yang beryodium juga dapat berasal dari makanan terutama yang berasal dari laut misalnya ikan dan lain-lain. Penggunaan garam beryodium dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, sikap, lingkungan, sosial ekonomi dan informasi. ����������������������������������Garam beryodium bermanfaat antara lain untuk pertumbuhan otak dan saraf janin dalam kandungan, mencegah terjadinya penyakit gondok, kretin, dan mengatur penggunaan energi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan dan sikap tentang penggunaan garam beryodium, macam garam yang digunakan, cara penggunaan garam beryodium, dan cara penyimpanan garam beryodium ibu rumah tangga di Desa Bungu Kecamatan Bungkal Ponorogo. Rancangan penelitian ini adalah diskriptif. Populasinya adalah ibu rumah tangga di Desa Bungu Kecamatan Bungkal berjumlah 367 orang. Sampelnya 36 orang ibu rumah tangga. Teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dan check list. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang penggunaan garam beryodium setengahnya (50%) buruk. Sikap ibu tentang penggunaan garam beryodium 52,78% negatif. Jenis garam yang digunakan 94,44% beryodium. Cara penggunaan garam beryodium 41,66% buruk. Cara penyimpanan garam beryodium 36,11% Buruk. Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, cara menggunakan dan cara menyimpan garam beryodium diperlukan penyuluhan kepada ibu-ibu rumah tangga.
Download File   Mohamad Badri

Judul : Pola Pantang Makan Berhubungan dengan Proses Penyembuhan Luka Sirkumsisi
Pengarang : Zauhani Kusnul H
Abstraksi : Kepercayaan untuk berpantang makan setelah proses sirkumsisi/khitan dengan tujuan luka khitan menjadi cepat sembuh masih banyak dianut oleh masyarakat terutama oleh para orang tua. Kepercayaan ini diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang. Secara teori proses penyembuhan luka justru membutuhkan nutrisi ekstra untuk menumbuhkan jaringan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan antara perilaku makan (pantang dan tidak pantang) dengan proses kesembuhan luka anak yang menjalani khitan. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan pendekatan “kohort” yaitu merupakan jenis penelitian di mana menggunakan waktu secara longitudinal pada 30 anak yang menjalani khitan massal. Setiap anak diwawancarai untuk mengetahui termasuk berpantang makan atau tidak dan proses penyembuhan luka diamati tiap hari untuk menilai lamanya waktu yang dibutuhkan hingga luka sembuh kemudian dikategorikan luka sembuh cepat atau lambat. Hasil penelitian dianalisa dengan uji korelasi spearman didapatkan nilai signifikasi = 0,023 < a (a = 0,05) yang artinya ada hubungan pola makan dengan proses penyembuhan luka sircumsisi. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pola makan anak post sirkumsisi berhubungan dengan lamanya proses penyembuhan, anak yang tidak berpantang makan proses penyembuhan lukanya lebih cepat.
Download File   Zauhani Kusnul H

Judul : Hubungan antara Pengetahuan Remaja tentang Pendidikan Seks dengan Perilaku Seks Remaja di SMU PGRI 2 Tuban
Pengarang : Miftahul Munir
Abstraksi : Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi, dan tujuan seks, sehingga ia dapat menyalurkan secara baik, benar, dan legal. Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama lawan jenis. Survei pendahuluan dengan kuesioner, yang dilakukan pada Januari 2010 pada 78 remaja usia 16–19 tahun di Kecamatan Tuban, ditemukan 89,7% remaja pernah berpacaran. Dari 70 remaja tersebut, interaksi lawan jenis atau perilaku berpacaran yang pernah dilakukan di antaranya, 41,4% remaja pernah berpegangan tangan dan berpelukan. Perilaku dengan berciuman dan meraba daerah sensitif sebesar 38,5%, sedangkan 20% di antaranya pernah melakukan hubungan badan. Berdasarkan latar belakang tersebut dilakukan penelitian tentang pengetahuan remaja tentang pendidikan dengan perilaku seks remaja. Populasinya adalah semua siswa SMA PGRI 2 Tuban pada tahun angkatan 2010 sebanyak 353 responsden. Besar sampel yang diambil dengan tehnik simple random sampling adalah sebesar 184 responsden. Berdasarkan hasil penelitian dengan analisa uji statistik secara chi-square antara variabel pengetahuan remaja tentang pendidikan seks dengan perilaku seks remaja di dapatkan hasil x2 hitung = 24,6522 > x2 tabel = 5,591. p < 0,05, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang pendidikan seks dengan perilaku seks remaja.
Download File   Miftahul Munir

Judul : Hubungan Mutu Pelayanan Antenatal Care 7T terhadap Kepuasan Pasien di RSB. Al Hasanah Madiun
Pengarang : Rumpiati
Abstraksi : Latar Belakang: Kepuasan pelanggan atau pasien terhadap pelayanan antenatal, tentu didasarkan pada mutu dari layanan antenatal tersebut. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya hubungan saling percaya dengan ibu dan keluarga atau pasien. Hasil studi pendahuluan bulan Mei 2011 di RSB. Al Hasanah selama 1 minggu dari 10 ibu hamil melakukan antenatal care sebanyak 7 ibu hamil mengatakan tidak puas dengan pelayanan pemeriksaan kehamilan dan 3 orang mengatakan puas. Tujuan: untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan antenatal care 7T terhadap kepuasan pasien di RSB. Al Hasanah Madiun. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional. Variabel penelitian berupa indenpenden (variabel bebas) pelayanan antenatal 7T di RSB. Al Hasanah Madiun1 dan variabel dependent (variabel terikat) adalah kepuasan pasien. Populasi penelitian semua ibu hamil yang periksa dan dilayani antenatal care 7T di RSB. Al Hasanah Madiun pada bulan Juni 2011.2 Sampelnya semua ibu hamil yang periksa dan dilayani antenatal care 7T di RSB. Al Hasanah Madiun pada bulan Juni 2011. Analisa data yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Ada hubungan mutu pelayanan antenatal care 7T terhadap kepuasan pasien di RSB. Al Hasanah dengan nilai r value sebesar 0,002. Mutu pelayanan sangat berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Kehilangan loyalitas konsumen dalam hal antenatal care dapat diartikan ibu hamil akan beralih ke tempat pelayanan yang lain dalam melakukan antenatal care. Kesimpulan: Kepuasan pasien yang baik terhadap mutu pelayanan antenatal care 7T lebih besar dibandingkan yang tidak baik dan terdapat hubungan mutu pelayanan antenatal care 7T terhadap kepuasan pasien di RSB. Al Hasanah.
Download File   Rumpiati

Judul : Optimasi Formula Tablet Lepas Lambat Kaptopril Menggunakan Sistem Kombinasi Polimer HPMC K4M dan Guar Gum
Pengarang : Angeline Rosiana dan Lannie Hadisoewignyo
Abstraksi : Kaptopril merupakan obat anti hipertensi dengan frekuensi penggunaan berulang kali dalam sehari, oleh sebab itu kaptopril perlu diformulasikan dalam bentuk lepas lambat. Formula tablet lepas lambat kaptopril diperoleh dengan menggunakan metode factorial design. Faktor yang diteliti adalah perbandingan HPMC K4M – Guar gum pada tingkat 1:1 dan 4:1 serta konsentrasi asam tartrat pada tingkat 0% dan 5%. Respons terpilih adalah kekerasan tablet, kerapuhan tablet, floating lag time, dan konstanta laju disolusi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kedua faktor dan interaksinya terhadap sifat fisik massa tablet, pelepasan kaptopril, floating lag time, seta memperoleh formula optimum yang memenuhi persyaratan dan menghasilkan tablet dengan pola pelepasan obat menurut kinetika orde nol. Faktor kombinasi perbandingan HPMC K4M – Guar gum dapat meningkatkan kekerasan, menurunkan kerapuhan, mempercepat floating lag time, dan memperbesar konstanta laju disolusi. Faktor konsentrasi asam tartrat dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, mempercepat floating lag time, dan memperbesar konstanta laju disolusi. Faktor interaksi keduanya dapat menurunkan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, memperlambat floating lag time, dan memperbesar laju disolusi. Formula optimum dapat diperoleh dengan kombinasi perbandingan HPMC K4M – Guar gum 3,04:1 dan konsentrasi asam tartrat 1,33%, dengan respons kekerasan 12,48 kp, kerapuhan 0,29%, floating lag time 0,92 menit, dan konstanta laju disolusi 0,04 mg/menit.
Download File   Angeline Rosiana dan Lannie Hadisoewignyo