Detail Jurnal


Judul : Dolly Riwayatmu Kini
Pengarang : Triana Dianita Handayani
Abstraksi : Dolly, siapa yang tidak mengenal dan mendengar nama setenar dan sepopuler itu. Setiap orang yang mendengar nama “Dolly” pasti akan tersenyum dan langsung tertuju pada lokalisasi pelacuran nomor satu di kota Metropolis Surabaya. Siapa pun, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, kakek nenek, tukang becak, tukang parkir, pedagang kaki lima sampai pejabat pun tahu bahwa nama tersebut merupakan tempat lokalisasi atau prostitusi Pekerja Sek Komersil (pelacuran) yang konon menurut kabarnya merupakan lokalisasi pelacuran terbesar se Asia Tenggara di kota Surabaya. Kemungkinan ini dikarenakan hampir semua warga semua termasuk penduduk asli atau pendatang yang tinggal di sekitar kompleks lokalisasi tersebut, berada di berbagai sudut gang-gang tempat akses masuk menuju lokalisasi Dolly, yang semua warganya menikmati serta meraup rupiah atas keberadaan lokalisasi tersebut. Dalam satu hari puluhan juta rupiah bisa di raup oleh warga di sekitar kompleks lokalisasi Dolly. Dan, orang Surabaya lebih mengenal dengan nama “Gang Dolly” dan “Jarak” di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan. Dunia pun telah mengakui keberadaan lokalisasi prostitusi tersebut, yang sudah lebih kurang 47 atau bahkan ada yang mensinyalir bahwa lokalisasi itu hampir berumur 60 tahun berdiri, entah mana yang benar. Dolly, sudah sejak lama dijadikan sebagai aset terbesar penyumbang Pajak Asli Daerah kota Surabaya (PAD) nomor satu, selain Pantai Ria Kenjeran dan Penyeberangan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kedua aset tersebut Pantai Ria Kenjeran dan Penyeberangan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, masih dianggap minim dalam memberikan kontribusi Pajak Asli Daerah kota Surabaya (PAD). Selain aset tersebut, ada aset yang menjadi konflik berkepanjangan dalam Otonomi Daerah antara kota Surabaya dengan kabupaten Sidoarjo sebagai penyumbang dana terbesar Pajak Asli Daerah. Aset tersebut adalah Bandara Udara Juanda dan Terminal Purabaya (Bungurasih), sampai sekarang masih menjadi konflik antara dua wilayah, yang sama-sama mengklaim sebagai PAD mereka. Dan dengan dibangunnya Jembatan Surabaya-Madura yang dikenal dengan nama Jembatan Suramadu, maka secara otomatis Pajak Asli Daerah (PAD) kota Surabaya meningkat. Inilah mungkin yang membuat Walikota Pertama kali di kota Surabaya Ir. Tri Rismaharini berani menutup tempat prostitusi terbesar itu. Meskipun ini akan menghilangkan aset penyumbang Pajak Asli Daerah terbesar tersebut di kota Surabaya. Penutupan lokalisasi Dolly sangat sulit mengingat sudah puluhan tahun mereka hidup berdampingan secara damai dan harmonis di sekitar komplek lokalisasi antara penduduk, mucikari dan pelacur sendiri tanpa memandang status. Kata kunci: Dolly, Lokalisasi, Wanita Harapan abstract
Download File   Triana Dianita Handayani

Judul : Representasi Ideologi dalam Novel Cala Ibi Karya Nukila Amal Analisis Wacana Kritis
Pengarang : Suhariyadi
Abstraksi : Penelitian ini hendak mengungkapkan representasi ideologi yang sengaja disamarkan pengarang dalam wacana novel cala Ibi karya Nukila Amal. Permasalahan yang demikian menyarankan digunakannya Analisis Wacana Kritis sebagai pendekatannya. Wacana novel Cala Ibi tersebut dianalisis dalam tiga tataran, yaitu: (1) struktur mikro, yang menganalisis struktur teks; (2) struktur meso, yang memfokuskan pada praktik kewacanaan; dan (3) struktur makro yang menghubungkan wacana novel Cala Ibi dengan praktik-praktik sosiokultural masyarakat Indonesia Berdasarkan analisis dapat dikemukakan bahwa novel ini mengusung ideologi tentang fenomena perubahan sosial masyarakat karena pengaruh barat, baik sebagai dampak modernisasi maupun penjajahan yang terjadi pada masa lalu. Pengaruh barat tersebut telah membawa perubahan ke arah degradasi budaya dan identitas kebangsaan. Realitas perubahan sosiokultural tersebut dipandang pengarang karena sifat keterbukaan masyarakat yang tidak berpijak pada identitas dan sejarah kelokalan bangsa. Realitas masyarakat yang demikian telah menjadi fakta yang terwacanakan dan menguasai hajat hidup masyarakat pada masa sekarang. Novel Cala Ibi dengan demikian mencoba mengusung ideologi untuk menyikapi fakta realitas masyarakat modern dengan didorong oleh pemikiran posmodernisme yang disuarakannya. Ideologi yang diusung tersebut hendak melawan realitas sosiokultural yang saat ini telah menjajah eksistensi bangsa Indonesia. Dalam konteks penelitian ini, apa yang dikemukakan wacana novel Cala Ibi hendak menyodorkan wacana ideologi yang berlawanan dengan wacana realitas yang berkembang. Kata kunci: representasi, ideologi, Analisis Wacana Kritis, Norman Fairclough
Download File   Suhariyadi

Judul : Kebijakan Pelimpahan Sebagian Kewenangan Bupati kepada Camat dalam Pelayanan Publik di Kabupaten Gresik
Pengarang : Agus Wahono, Sutardji, Sarpan
Abstraksi : Dalam menganalisis proses pendelegasian sebagian kewenangan Bupati kepada Camat dalam pelayanan publik perlu dilihat proses formulasi kebijakan pendelegasian tersebut sehingga menjadi kebijakan. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, di mana teknik analisis data yang dipilih adalah menggunakan teknis analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendelegasian sebagian kewenangan Bupati dalam pelayanan publik kepada Camat/Kecamatan belum dilaksanakan melalui proses identifikasi kewenangan yang akan di delegasikan, model penetapan kebijakan yang cenderung model komando serta tidak dilandasi adanya komitmen yang kuat dari pimpinan. Sehingga menghasilkan kebijakan yang kurang efektif untuk memberdayakan kecamatan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kata kunci: Kebijakan, Pendelegasian kewenangan, Pelayanan Publik, Kecamatan
Download File   Agus Wahono, Sutardji, Sarpan

Judul : Tugas dan Fungsi Lembaga Pemasyarakatan dalam Menempatkan Narapidana Residivis di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Lumajang
Pengarang : Titik Sri Astutik
Abstraksi : Lembaga Pemasyarakatan klas IIB Lumajang di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, penghuninya Napi atau warga binaan Pemasyarakatan (WBP) juga yang statusnya masih tahanan yang mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan pemasyarakatan Narapidana/anak didik. Sesuai tugas dan fungsinya Lembaga Pemasyarakatan system pemasyarakatan melalui suatu pembinaan, pendidikan dan bimbingan yang bisa merupakan tolak ukur utama dalam menjalankan undang-undang pemasyarakatan supaya benar-benar tercapai, namun demikian masih saja sering dijumpai adanya pelaku kejahatan kambuhan atau yang lebih dikenal dengan istilah residivis yang merupakan suatu masalah tersendiri yang memerlukan pemisahan penempatan dengan yang bukan residivis hal ini perlu penanganan oleh berbagai pihak, terutama pemerintah agar mereka menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan tanggung jawab. Kata kunci: residivis, tindak pidana, narapidana
Download File   Titik Sri Astutik

Judul : Terapan Konsep Bangunan Tradisional Bali pada Objek Rancang- Bangun Karya Popo Danes
Pengarang : Mariana Wibowo, Poela Art Aprimavista
Abstraksi : Nilai budaya sebagai jati diri bangsa semakin hari semakin memudar, bahkan sering dilupakan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Kemajuan teknologi dan perkembangan informasi yang semakin pesat berkembangnya membuat masyarakat lebih memusatkan perhatiannya kepada berbagai produk teknologi dari pada berbagai objek budaya bangsa. Popo Danes merupakan salah satu arsitek dan desainer Indonesia yang memiliki kecintaan terhadap budaya indonesia, khususnya budaya Bali. Popo Danes banyak menerapkan kecintaannya tersebut ke dalam berbagai karya desainnya. Permasalahannya adalah di zaman modern seperti sekarang ini, sudah jarang sekali kita melihat bangunan yang mencitrakan budaya bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengkaji terapan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, khususnya budaya Bali dari tiga objek kajian rancangan Popo Danes yang dipilih, dengan menggunakan lima batasan konsep bangunan tradisional Bali sebagai tolok ukur atau parameternya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan motode penelitian kualitatif deskriptif untuk menjelaskan secara rinci setiap keadaan yang menyangkut dengan rancangan Popo Danes yang memiliki keterikatan dengan ciri bangunan tradisional Bali. Hasil analisis menunjukkan yakni: Kesimpulan yang pertama, ketiga objek kajian memiliki perbedaan dalam penerapan konsep bangunan tradisional Bali. Dan kesimpulan yang kedua menunjukkan bahwa Popo Danes selalu menerapkan konsep bangunan tradisional Bali dalam setiap rancangannya meskipun dalam kadar yang berbedabeda antara satu bangunan dengan bangunan lainnya. Kata kunci: Terapan konsep bangunan tradisional Bali, Objek rancang bangun, Popo Danes
Download File   Mariana Wibowo, Poela Art Aprimavista

Judul : Peran Ganda Perempuan Pesisir melalui Pemberdayaan Kearifan Lokal di Kabupaten Sumenep
Pengarang : Jamilah, Taufik Rahman
Abstraksi : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran ganda perempuan pesisir melalui pemberdayaan kearifan lokal di sumenep Secara tradisional, pola keluarga patriarkhi menempatkan istri sebagai pihak yang mengurusi pekerjaan domestik. Sistem patriarkhi dalam sejarah gender merupakan sistem yang menempatkan kekuasaan laki-laki di atas`perempuan dalam segala aspek kehidupan. Dalam aspek ekonomi segenap manajemen senantiasa menggantungkan pengusahaan survival keluarga kepada laki-laki (suami), sementara perempuan (istri) menempatkan diri pada penerimaan serta pembelanjaan keluarga. Perempuan dianggap sebagai bagian penting dari faktor domistik, sedangkan laki-laki (suami) ditempatkan pada posisi publik. Perubahan psikologis, sosial, ekonomi dan budaya telah memengaruhi pandangan sebagian masyarakat tentang perempuan. Di daerah perkotaan dan daerah-daerah yang intensif bersentuhan dengan perubahan sosial ekonomi, pandangan yang menempatkan posisi perempuan setara dengan laki-laki lebih cepat berkembang. Berdasarkan perubahan persepsi itulah, keterlibatan perempuan dalam ranah publik semakin besar. Dengan demikian, kaum perempuan tidak semata-mata bertanggung jawab terhadap urusan domestik sehingga perempuan tidak lagi dianggap sebagai pelengkap dalam rumah tangga, akan tetapi menjadi penentu kelangsungan hidup rumah tangga. Kata kunci: peran ganda istri, pemberdayaan, domestic, publik
Download File   Jamilah, Taufik Rahman

Judul : Spirit Budaya Using: Studi Fenomenologi Upacara Adat Ider Bumi
Pengarang : Rochsun, FPIEK, Dina Eka G. Lestari, Lilis Lestari
Abstraksi : Kajian ini menekankan bagaimana budaya Using menurut perspektif actor dan bagaimana konsep budaya tersebut terinternalisasi ke dalam komunitas self dan other khususnya dalam kontek Upacara Adat Ider Bumi, sebagai salah satu kebudayaan dari sejumlah kebudayaan yang masih eksis dan mewarnai kehidupan sosial masyarakat desa Kemiren Kabupaten Banyuwangi. Interaksionisme simbolik konsep looking glass self dari Colley digunakan sebagai pisau analisis. Melalui pendekatan kualitatif fenomenologi dengan model interaktif Mils dan Huberman, memberikan informasi bahwa budaya Using dalam konteks upacara adat Ider Bumi difahami oleh aktor sebagai kegiatan yang sakral dan propan sebagai pemertahanan identitas dan kepatuhan terhadap adat-istiadat. Internalisasi budaya mengarah kepada sifat sub etnik Using yang aclak, ladak, bingkak dan terbuka. Kata kunci: Budaya Using, Sub Etnik Using, Upacara Adat, Ider Bumi
Download File   Rochsun, FPIEK, Dina Eka G. Lestari, Lilis Lestari

Judul : Hubungan Efektivitas Organisasi Kader dengan Hasil Kegiatan Tingkat Desa Siaga di Kabupaten Tuban Tahun 2013
Pengarang : Miftahul Munir
Abstraksi : Salah satu yang memengaruhi tingkat keaktifan Desa Siaga adalah adanya peran aktif pelaksana Desa Siaga yaitu kader Desa Siaga. Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban menetapkan bahwa pada tahun 2012, mulai dibentuknya kader khusus pembantu pelaksana Desa Siaga di Kabupaten Tuban yaitu 328 kader di 328 Desa Siaga di Kabupaten Tuban, sedangkan target hasil kegiatan setiap tingkat Desa Siaga (15%) belum tercapai yaitu pada tingkat Desa Siaga aktif madya 10,37%, purnama 1,52% dan mandiri 0%. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan efektivitas Organisasi kader dengan hasil kegiatan tingkat Desa Siaga di Kabupaten Tuban Tahun 2013. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan variabel independen yaitu efektivitas organisasi kader dan variabel dependen yaitu hasil kegiatan tingkat Desa Siaga. Populasi penelitian yaitu seluruh kader Desa Siaga aktif di Kabupaten Tuban sejumlah 328 orang dan didapatkan besar sampel 180 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data sekunder, sedangkan uji statistik yang digunakan adalah koefisien kontingensi dengan tingkat kemaknaan yaitu α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki efektivitas organisasi kader yang kurang baik (58,9%) dan hasil kegiatan tingkat Desa Siaga hampir seluruhnya pada tingkat Desa Siaga aktif pratama (87,8%). Dari hasil perhitungan dengan menggunakan analisa koefisien kontingensi didapatkan nilai C = 0,219 dan p = 0,011 di mana p < 0,05 sehingga H1 diterima yang artinya terdapat hubungan antara efektivitas organisasi kader dengan hasil kegiatan tingkat Desa Siaga di Kabupaten Tuban. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa efektivitas organisasi kader dapat memengaruhi hasil kegiatan tingkat Desa Siaga, sehingga diharapkan kader Desa Siaga perlu lebih mengerti tentang pentingnya efektivitas organisasi kader sehingga dapat menunjang hasil kegiatan tingkat Desa Siaga. Kata kunci: Efektivitas organisasi kader, hasil kegiatan tingkat Desa Siaga
Download File   Miftahul Munir